Seluma – Menanggapi surat Sekretaris Daerah Kabupaten Seluma Nomor 180/339/B.1/XI/2021, tertanggal 4 November 2021 Perihal Peringatan Ke 1 (Satu) Penertiban Bangunan yang Berdiri di Tanah Pemerintah Kabupaten Seluma di Sepanjang Jalan 2 (Dua) Jalur Kelurahan Talang Saling dan Pasar Tais. Jum’at ( 05/11 ), beberapa warga yang dimaksud mengadakan pertemuan membahas surat Sekda tersebut yang ditujukan kepada mereka. Sabtu ( 06/11/2021 ).
Pada rembuk musyawarah dikediaman tokoh masyarakat, Samsir Ardi atau yang akrab dengan sapaan wan Ujang itu, mereka menyurati pihak Pemda Seluma dengan 4 poin penyampaian sebagai berikut :
1. Bahwa kami memaklumi maksud surat tersebut dan kami mendukung pembangunan Pemerintah Kabupaten Seluma
2. Bahwa kami akan membongkar sendiri bangunan dimaksud bilamana Pemerintah Kabupaten Seluma akan membangun suatu bangunan untuk kepentingan umum/pemerintah di lokasi dimaksud.
3. Bahwa kami sementara waktu akan tetap menggunakan bangunan dimaksud hanya keperluan mencari nafkah untuk menyambung hidup dari hari ke hari, jika belum ada program pembangunan yang disertai anggaran pembiayaannya yang jelas dari pemerintah di lokasi yang dimaksud.
4. Bahwa kami menolak pembongkaran paksa sebagaimana dimaksud surat Sekretaris Daerah tersebut bilamana lokasi yang kami tempati tidak akan langsung dibangun suatu bangunan oleh Pemerintah Kabupaten Seluma yang dibuktikan dengan telah adanya anggaran pembangunannya, jadwal pelaksanaannya dan kejelasan pelaksanaan pembangunannya.
5. Bilamana pembongkaran paksa dilakukan sepihak oleh Pemerintah Kabupaten Seluma tanpa memperhatikan poin 1 sampai 4, maka kami mengganggap pemerintah daerah sengaja melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap kami, yang akan kami laporkan kepada Komnas HAM.

Kepada wartawan Samsir Ardi menyampaikan, apabila pembongkaran yang dimaksudkan pihak Pemda Seluma cuman dengan alasan penertiban umum, Beliau menilai alasan Pemda Seluma tersebut tidak terlalu berdasar.
” Lokasi yang kami tempati belum ada menyebabkan keributan, menghambat kepentingan umum. Intinya apabila nantinya Pemda Seluma memang benar-benar sudah akan membangun, kami siap membongkar sendiri warung kami. Kami tidak akan menghalang-halangi, kami hanya numpang, untuk mencari rezeki.” Tandasnya.
Lanjutnya, Seluma Alap yang di gaungkan Bupati dan Wakil Bupati Seluma, tentunya tidak akan terwujud dengan hanya fokus dengan program-program pembangunan saja. karena imbasnya tidak akan baik dan tidak akan seimbang, yang akhirnya akan menimbulkan pergolakan-pergolakan kecil, sebab kalau sudah berurusan dengan perut, rakyat pasti akan melawan.
” Pemda Seluma juga harus memikirkan nasib rakyat nya, tidak serta Merta menutup mata terhadap hal-hal sepele. seperti pedagang dan pengusaha kecil yang mengais rezeki numpang mendirikan bangunan di tanah Pemda Seluma. kalau pembongkaran dilakukan, apa mau Pemda Seluma membiayai hidup pedagang yang dimaksud dan memberikan pekerjaan atau usaha yang layak.” Terangnya. ( Do ).





