pensiljurnalis.my.id, Seluma – Diduga lantaran mentalnya down, Siswa kelas III salah satu SD di Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, berinisial AMA (10) sudah hampir dua bulan terakhir tidak mau lagi masuk sekolah.
Dikutip dari keterangan ibunya, AMA tidak mau masuk sekolah lagi, diduga setelah mengalami kekerasan psikologis pada saat belajar secara khusus di ruang inklusif.
“anak saya tidak mau masuk sekolah lagi sejak bulan 2 lalu om, setelah mengikuti pembelajaran di ruangan khusus (inklusif) karena anak saya katanya belum bisa baca tulis,” sampainya.
Dari penuturan ibu AMA, dengan dialeg serawai (red, bahasa lokal) secara fisik mungkin AMA tidak ada kekerasan, namun anaknya diduga kuat mengalami kekerasan psikologis.
Sebab lanjutnya, 3 hari sebelum anaknya tidak mau sekolah lagi Ia sempat dipanggil ke sekolah, dan pada sat itu Kepala Sekolah berkata selain anaknya nakal, juga berbau busuk dan jorok.
Tak sampai disitu, dugaan kekerasan psikologis yang ditujukan kepada anaknya juga diduga disampaikan langsung oleh sang Kepala Sekolah yang masih kerabat mertuanya itu didepannya.
“waktu itu AMA libur selama kurang lebih 2 minggu karena jari telunjuknya luka. Katanya suasana di sekolah tenang dan terjadi gadu lagi setelah anak saya masuk. Waktu itu rasanya saya mau nangis om, karena seolah-olah anak saya memang dianggap biang kerusuhan,” tandasnya.
“Sekarang kami bingung om, sebagai orang tua kami berharap anak kami dapat melanjutkan sekolah lagi, kami sudah berusaha, membujuk tapi anak kami tetap tidak mau masuk sekolah om,” sambungnya lagi.
Sementara itu, saat dimintai klarifikasi sebagai keberimbangan berita, Kepala Sekolah tempat AMA mengenyam pendidikan, membantah keras keterangan yang disampaikan oleh orang tua AMA.


