pensiljurnalis.my.id, Seluma – Zelman Ardi, salah satu warga Desa Padang Batu, Kecamatan Ilir Talo, yang sebelumnya mewakili warga desa penyangga lainnya melaporkan dugaan pencemaran lingkungan limbah produksi pabrik CPO PTPN VII Unit Usaha Talo-Pino Pring Baru yang dikelola perusahaan PT. Cipta Graha Garwita (PT.CGG).
Melalui Kuasa hukumnya RIAN THAARIQ & PARTNERS (RTP), yang beralamat di Jalan Bhakti Husada, Perum Citra Idaman Asri No.03, Kelurahan Lingkar Barat, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, yakni Rian Putranto, S.H, M.H, Thaariq Alfathan, S.H, M.H, Slamet MAHARDIKA, S.H, M.H, akan menyurati pihak DLHK Provinsi Bengkulu. Senin (13/2/2023).
Peninjauan lokasi sudah dilakukan oleh Pihak POLRES Seluma dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Seluma dan bahkan telah dilakukan pengambilan sampel untuk diteliti/cek laboratorium oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( DLHK) Provinsi Bengkulu.
Ditegaskan Rian, Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mengatur, seharusnya mendorong setiap badan publik untuk menydiakan informasi yang cepat, tepat waktu, biaya ringan, dan dengan cara sederhana.
“berdasarkan UU tersebut kami meminta DLHK Provinsi Bengkulu untuk mempercepat pemeriksaan hasil cek Laboratorium terhadap limbah minyak kotor selanjutnya hasil tersebut dapat diberikan kepada kami sebagai kuasa pelapor dalam perkara dugaan tindak pidana pencemaran lingkungan limbah produksi pabrik yang dilakukan oleh PT.CGG,” Tandasnya.
Terlepas apapun upaya perbaikan yang dilakukan pihak PT. CGG selaku pengelola sekitaran wilayah terdampak, harapnya hal tersebut tidak sedikitpun mengurangi dan menjadi penghalang proses yang saat ini sedang berjalan.
“itu sudah kewajiban pihak perusahaan, sebab berdasarkan bukti pernyataan tim uji lab DLHK Provinsi Bengkulu yang turun kelapangan, kalau dugaan pencemaran Miko/limbah ini sudah terjadi sejak lama,” terangnya saat dipertanyakan kalau saat ini pihak PT.CGG ada kegiatan perbaikan parit/siring.
“kami tak kan mundur, Saya bersama rekan akan terus berjuang sampai pihak perusahaan tersebut memenuhi tuntutan warga sesuai dengan UU yang berlaku.” tuturnya.
Simak terus pemberitaan kami dalam upaya mengungkap fakta apa yang tersembunyi dibalik dugaan-dugaan yang dilakukan oleh pengelola salah satu pabrik milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di Kabupaten Seluma yang kita cintai ini. (Johan).





