BerandaHeadlinePenetapan Tersangka Dugaan Korupsi, Polres Seluma Tunggu Hasil Gelar Perkara

Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi, Polres Seluma Tunggu Hasil Gelar Perkara

Seluma – Setelah hasil audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) keluar dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Bengkulu, pada kasus dugaan korupsi program DD dan ADD di Desa Kayu Elang, Kecamatan Semidang Alas (SA), Kabupaten Seluma. Rabu ( 8/9 ), unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Sat Reskrim Polres Seluma, melaksanakan gelar perkara dalam penetapan kasus tersebut di Mapolda Bengkulu.

” Benar, Kita telah melaksanakan gelar perkara di dalam penanganan kasus DD Kayu Elang,” sampai Kapolres Seluma, AKBP Darmawan Dwi Haryanto, SIk melalui Kasat Reskrim, AKP Andi Ahmad Bustanil, SIk saat dikonfirmasi wartawan terkait pelaksanaan gelar perkara tersebut diatas.

Gelar perkara di dalam penanganan kasus dugaan korupsi pada program DD dan ADD Desa Kayu Elang tersebut. Diketahui juga, untuk melakukan gelar perkara dalam penetapan status tersangka pada kasus dugaan korupsi DD dan ADD Desa Kayu Elang.

Hanya saja, sampai saat ini pihak unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Seluma, Masih engggan untuk memberikan banyak statement terkait dengan hasil pelaksanaan gelar perkara yang telah dilaksanakan tersebut. Dikarenakan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu hasil gelar perkara dari Polda Bengkulu, untuk melakukan Penyidikan (Dik) lebih lanjut.

” Kita masih menunggu hasil dari gelar di Polda. Nanti, setelah hasil nya keluar. Baru akan kita sampaikan,” Pungkasnya. Jum’at ( 10/9/2021 ).

Untuk diketahui, dari hasil audit PKKN yang telah dilakukan oleh BPKP perwakilan Provinsi Bengkulu. Dalam program DD dan ADD di Desa Kayu Elang. Didapatkan hasil audit PKN mencapai kurang lebih Rp 300 juta. Hal tersebut sontak terlihat adanya kenaikan pada Kerugian Negara (KN) yang ditimbulkan dari hasil audit yang telah dilakukan pada proses Penyidikan (Dik) saat ini. Dibandingkan pada audit yang telah dilakukan tim Ahli Konstruksi dan BPKP pada saat proses Penyelidikan (Lit) sebelumnya.

Dimana diketahui, jika pada saat ditingkat penyelidikan yang telah dilakukan audit dari tim Ahli Konstruksi dan BPKP. ditemukan kerugian negara dengan Estimasi mencapai sekitar Rp 200 jutaan. Dari total anggaran sebesar 1,7 miliar pada tahun 2019 yang lalu.

Pada tahun anggaran tersebut, tercatat ada beberapa item kegiatan pekerjaan fisik yang dilakukan. diantaranya yakni, pembangunan rabat beton, gedung PAUD, pembangunan jaringan internet. Serta adanya dugaan fiktif pada pembayaran gaji guru honorer dan juga Linmas.

Sebelumnya Tim penyidik Unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Seluma telah melakukan pematangan di dalam penyidikan. Dengan melakukan pengecekan langsung fisik bangunan di Desa Kayu Elang yang didanai melalui APBDes tahun anggaran 2019.

Pengecekan fisik bangunan desa tahun anggaran 2019 yang dilakukan pengecekan fisiknya kembali meliputi 11 Item pengerjaan. Yakni, 6 item titik jalan rabat beton, gedung balai desa, gedung dan pagar PAUD, gedung Bumdes, dua titik tembok penahan tanah, serta Sistem Pengolahan Air Limbah ( SPAL ). ( Red )

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

spot_img
spot_img

Recent Comments