pensiljurnalis.my.id, Seluma – Setelah sempat menunggu agak lama, akhirnya hasil uji lab DLHK Provinsi Bengkulu, terkait dugaan pencemaran lingkungan Miko/limbah produksi pabrik CPO PTPN VII Unit Usaha Talo-Pino Pring Baru yang dikelola oleh PT Cipta Graha Garwita (PT. CGG) dipastikan oleh pihak Polres Seluma, Polda Bengkulu sudah keluar. Rabu (4/3/2023).
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Seluma, AKBP Arif Eko Prastyo melalui Kasatreskrim Polres Seluma Iptu Dwi Wardoyo saat diwawancarai oleh awak media seusai jumpa pers Selasa (7/3) pagi di halaman Mapolres Seluma.
“kami masih menunggu pemeriksaan keterangan tim ahlinya. Hasilnya sudah keluar, tetapi masih sama mereka (DLHK Provinsi Bengkulu),” sampainya.
Lanjutnya menerangkan, pihaknya sudah mengagendakan tim ahli uji lab tersebut dalam waktu dekat ini akan didatangkan ke Mapolres Seluma untuk menerangkan secara langsung bagaimana dan apa temuan tim ahli. Sebab menurutnya yang bisa menguraikan hasil uji lab tersebut hanyalah tim ahli yang bersangkutan.
“kita akan mengagendakan mereka menerangkan pendapat ahli menyangkut hasil yang sudah keluar itu, karena yang bisa menerangkan adalah mereka. Untuk waktu mudah-mudahan Minggu depan sudah teragendakan, kami butuh waktu, karena koordinasinya itu membutuhkan waktu” tutup Kasatreskrim Polres Seluma.
Seperti diberitakan sebelumnya, kalau sebulan yang lalu, tepatnya Senin (6/2) siang, Anggota kepolisian Polres Seluma, Polda Bengkulu, yang dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Seluma Iptu Dwi Wardoyo, terjun kelapangan mendampingi tim ahli uji lab DLHK Provinsi Bengkulu untuk mengambil sampel uji lab di lokasi parit/Siring menuju anak sungai yang diduga tercemar limbah dari pabrik CPO PTPN VII Unit Usaha Talo-Pino, yang dikelola oleh PT. Citra Graha Garwita, (PT. CGG). (Johan).





