BerandaHeadlineSejarah 5 Desa Pesisir Ilir Talo Dukung Desa Pasar Seluma Tolak Tambang...

Sejarah 5 Desa Pesisir Ilir Talo Dukung Desa Pasar Seluma Tolak Tambang Pasir Besi

Seluma – Kembalinya pertambangan pasir besi yang mendapatkan penolakan warga Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma secara sejarah tidak dapat dilepaskan dari beberapa desa pesisir pantai di Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Minggu ( 12/12/2021 ).

Sehingga sangat masuk akal saat Desa Pasar Seluma menolak tambang pasir di desanya maka ada 5 desa lain ikut bersuara, ini karena keterikatan sejarah perjuangan. dan Berikut Kronologis masuknya tambang pasir besi di Desa Pasar Seluma:

Tahun 2005 Bupati Seluma, Murman Effendi mengeluarkan surat nomor 35 tahun 2005 yang berisikan pemberian izin pertambangan di Desa Penago Baru, Penago I dan Desa Rawa Indah diberikan pada PT. Famiaterdio Negara (FN). Izin diberikan selama 10 tahun hingga 2015.

Sejak izin dikeluarkan penolakan dari warga Desa Rawa Indah, Tegal Arum, Penago I, Penago Baru, bermunculan. Warga mengecewakan proses sosialisasi pertambangan yang tidak jujur dan transparan.

Sepanjang tahun 2005 hingga 2011 bentuk protes warga dilakukan dengan berkirim surat pada DPRD Seluma, bupati, gubernur, Komnas HAM, hingga presiden RI. Aksi unjuk rasa baik skala kecil dan besar juga dilakukan, bahkan warga desa yang menolak sempat menduduki kantor Bupati Seluma selama beberapa hari meminta bupati Seluma mencabut izin pertambangan.

Sepanjang 2005 hingga 2010 bentuk penolakan tambang pasir besi aktif dilakukan warga dengan menggalang dukungan hingga ke perguruan tinggi. Tahun 2011 PT Famiaterdio Negara (FN) akhirnya menutup semua kegiatan pertambangan di tengah penolakan keras warga sejumlah desa. Berhentinya PT FN beroperasi disambut masyarakat dengan menyembelih sapi sebagai bentuk rasa syukur.

Tahun 2008 di Desa Pasar Talo masuklah PT. Pringgodani mengantongi izin tambang SK Bupati Seluma Nomor 126 tahun 2006. Kuatnya penolakan warga Desa Pasar Talo dibantu warga Desa Rawa Indah, Penago Baru, Penago I dan Tegal Arum yang berjuang mengusir PT. FN membuat PT. Pringgodani tidak melanjutkan eksplorasi.

Tahun 2010 PT. Famiaterdio Negara (FN) juga mendapatkan izin menambang pasir besi di Desa Pasar Seluma. Penolakan juga terjadi di Pasar Seluma dibantu 5 desa lainnya.
Tahun 2010 di Desa Pasar Seluma penolakan tambang pasir cukup sengit, pembakaran alat berat milik perusaahan, pembakaran tambang dilakukan oleh massa warga.

Aksi unjuk rasa warga di Desa Pasar Seluma berlangsung sengit dan menegangkan warga bersembunyi di masjid dilindungi ibu-ibu karena aparat mendesak dengan kekuatan.
Tahun 2010, 6 orang warga Pasar Seluma ditangkap polisi karena membakar peralatan, camp tambang pasir besi.

Tahun 2011 PT. FN menghentikan aktifitas pertambangan di Pasar Seluma berbarengan dengan desa-desa lainnya. Tahun 2016 warga Desa Pasar Seluma mendapatkan rumor bahwa izin pertambangan PT. Famiaterdio Negara diambil alih oleh PT. Faminglevto Bakti Abdi seluas 168 hektare. tidak ada sosialisasi di tengah masyarakat soal status peralihan pertambangan ini.

Pasca masuknya peralatan operasional PT. Faminglevto di area tambang Desa Pasar Seluma, Semakin hari situasi di Desa Pasar Seluma semakin tak terkendali, warga pun mulai gelisah. karena itu, warga mulai berkumpul kembali. mendapatkan informasi dan pemberitahuan dari warga Desa Pasar Seluma akan situasi kondisi Desanya,

Tokoh masyarakat ke 5 Desa Pesisir Barat Seluma di Kecamatan Ilir Talo, yang pernah berjuang bersama menolak kegiatan tambang pasir besi, akhirnya mendesak Kadesnya masing-masing untuk membantu Desa Pasar Seluma, sehingga pada 19 November 2021, Kades 6 Desa yang berada di Pesisir Barat memenuhi desakan warganya, membuat kesepakatan dengan tertanda cap Desa masing-masing. ( Do ).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

spot_img
spot_img

Recent Comments