pensiljurnalis.my.id, Seluma – Pekerjaan proyek pengerasan jalan di Desa Lubuk Lagan, Kecamatan Seluma Barat, Kabupaten Seluma, yang dikerjakan beberapa bulan yang lalu itu mendapat kritik dari warga setempat. Zurman (50), mengungkapkan pada item plat duiker diduga dikerjakan asal jadi. Jum’at (27/1/2023).
Pasalnya plat duiker atau yang biasa disebut gorong-gorong itu, posisinya sering dibangun di saluran air atau drainase, namun pada pekerjaan tersebut tidak ada sedikitpun galian Siring sebagai saluran jalan air masuk dan keluar.
“namanya plat duiker, tapi jalan masuk air tidak ada, jalan pembuangan air tidak ada.jadi bisa dikatakan ini bukan plat duiker cuman semen saja, kalau hujan ini pasti banjir. Kendala kami transportasi kami jadi terhambat,” tuturnya.
Ketika dipertanyakan prakiraan besaran anggaran dana pekerjaan proyek tersebut, dirinya tidak mengetahui dengan jelas dan memperkirakan berkisaran diangka Rp. 330 juta dan Rp. 320 juta, sebab menurut Zurman, sebatas pengetahuannya kalau papan merk proyek tidak pernah dipasang.
“kalau tidak salah dikisaran Rp. 330 juta dengan Rp. 320, Saya kurang tahu, karena setahu saya tidak ada papan merk, entahlah kalau warga yang lain, tetapi Saya hampir setiap hari melawati jalan itu ke pembibitan pinang betara saya belum ada melihat papan merk terpasang,” terangnya.
Dalam hal ini, Zurman juga mengatakan kalau warga lubuk lagan sebenarnya tidak terlalu sensitif, namun dirinya berharap kepada pihak kontraktor jangan mencoreng cita-cita luhur program 1000 jalan mulus Bupati dan Wakil Bupati Seluma.
“sesuai dengan selogan 1000 jalan mulus, tentunya anggaran tersebut dikucurkan untuk kepentingan masyarakat yang banyak. Memang didalam pekerjaan proyek kontraktor mencari keuntungan, tetapi jangan mencari keuntungan yang banyak. Tolonglah kepentingan masyarakat itu diutamakan.” tandasnya. (Do).





