Seluma – Kasus Korupsi Bahan Bakar Minyak ( BBM ) di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat ( DPRD ) Kabupaten Seluma hingga saat ini masih terus diproses Kapolda Bengkulu. Minggu ( 21/11/2021 ).
Dilansir dari Media Online bengkuluekspress.com, Subdit Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus ) Polda Bengkulu telah melakukan penyidikan terhadap 7 orang unsur pimpinan dan mantan unsur pimpinan DPRD Seluma periode 2014-2019.
Dikatakan Direktur Ditreskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Aries Andhi, bahwa terkait kasus korupsi yang telah menjerat, SA Bendahara, FL PPTK dan ES Sekwan itu pihaknya telah menaikkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan.
Dalam penyelidikan kasus tersebut, sambung Kombes Pol Aries Andhi. Ada beberapa anggota dewan yang periode sebelumnya dan periode sekarang yang terlibat. Dimana beberapa waktu lalu salah satu perangkat sektetaris dewan sudah menjalani sidang dan putusan.
” Selanjutnya terhadap anggota dewannya kita masih lakukan penyelidikan,” kata Kombes Pol Aries Andhi.
Selanjutnya dari hasi sidang terhadap sekretaris dewan, sambung Kombes Pol Andhi. Ditemukan adanya pengembalian kerugian negara. Namun pengembalian itu tidak dapat menghapus tindak pidananya.
” Meski sudah ada pengembalian kerugian negara tapi pidananya tidak dapat dihapuskan,” sambungnya.
Sementara terhadap uang yang telah dikembalikan ke negara. Nantinya akan menjadi pertimbangan majelis hakim di muka persidangan. Sedangkan untuk para tersangka akan tetap mendapatkan hukuman sesuai dengan perbuatan yang dilakukan yang menimbulkan kerugian negara.
” Kasus ini tidak akan berhenti begitu saja dan dipastikan jika alat butki sudah cukup maka pihaknya akan menetapkan tersangka dalam kasus korupsi BBM di DPRD Seluma,” tutup Kombes Pol Aries Andhi.
Untuk diketahui, Pada persidangan sebelum-sebelumnya, di setiap persidangan, beberapa nama Unsur Pimpinan dan Anggota DPRD Seluma 2014-2019 disebut-sebut sebagai penikmat utama Kasus Dugaan Korupsi BBM di Setwan DPRD Seluma.
Sumber : Bengkuluekspress.com
Editor : Redaksi pensiljurnalis.my.id





