pensiljurnalis.my.id, Seluma – Di tengah mencuatnya keluhan masyarakat atas krisis kelistrikan di Kabupaten Seluma, sebuah dokumen agenda kerja kepala daerah berhasil didapatkan oleh awak media pensiljurnalis.
Berdasarkan data agenda kerja tersebut, Bupati Seluma Teddy Rahman dijadwalkan menggelar audiensi bersama pihak manajemen PLN hari ini, Selasa (29/9/2026), pukul 09.00 WIB yang bertempat di Ruang Kerja Bupati.
Mencuatnya jadwal pertemuan ini langsung menuai sorotan publik karena pelaksanaannya bertepatan dengan gelombang protes warga terkait penurunan tegangan (drop voltage) secara drastis.
Warga pun menaruh harapan besar bahwa agenda kedinasan ini bukan sekadar sebuah kebetulan semata, melainkan hadir sebagai bentuk langkah konkret dan respons cepat pemerintah daerah dalam menanggapi jeritan keluhan masyarakat yang sudah berbulan-bulan terabaikan.
Kondisi kelistrikan di wilayah Seluma memang kian mengkhawatirkan dan memasuki fase kritis. Sehari sebelumnya, Senin (28/9/2026) malam, pengecekan instrumen digital di kawasan Gang SDN 92 Seluma, Kelurahan Selebar, Kecamatan Seluma Timur mendapati angka tegangan menyentuh titik terendah hingga 139,09 Volt, jauh di bawah standar aman 220 Volt.
Dampak buruk dari pasokan daya yang tidak stabil ini ternyata tidak hanya melumpuhkan sektor usaha mikro dan merusak alat elektronik rumah tangga warga di pelosok desa.
Informasi terbaru yang diterima Redaksi pensiljurnalis mengindikasikan bahwa pasokan listrik di RSUD Tais pun mengalami kendala serupa.
Kondisi di fasilitas kesehatan ini sangat disayangkan karena sebagai pusat pelayanan medis utama, RSUD Tais semestinya mendapatkan prioritas suplai arus melalui jalur khusus tanpa hambatan untuk menjamin kelancaran operasional alat medis kritis serta keselamatan para pasien.
Merespons dokumen agenda kerja bupati tersebut, Hendri (Fardo) selaku Owner media pensiljurnalis sekaligus perwakilan warga yang vokal mengawal persoalan ini angkat bicara. Ia menegaskan agar momentum pertemuan ini benar-benar dimanfaatkan oleh kepala daerah untuk menekan pihak PLN.
“Berdasarkan agenda kerja yang didapatkan awak media kami, hari ini memang ada pertemuan antara Bupati dan PLN. Harapan kami dan seluruh warga Seluma, semoga ini bukan sebuah kebetulan jadwal saja, tetapi benar-benar wujud respons cepat Bupati Teddy Rahman untuk memasang badan membela rakyatnya yang sedang menjerit akibat krisis listrik ini,” tegas Hendri.
Ia juga menambahkan bahwa ada poin-poin krusial yang diharapkan dapat disampaikan langsung oleh Bupati Teddy Rahman dalam audiensi tersebut. Bupati harus tegas mendesak perbaikan total jaringan transmisi dan penambahan trafo baru.
“Kami sangat berharap dalam pertemuan di ruang kerjanya hari ini, Pak Bupati dapat menyuarakan langsung penderitaan warga. Sampaikan ke manajemen PLN bahwa tegangan drop ekstrem hingga 139 Volt ini sudah merusak elektronik warga dan mematikan usaha kecil. Terlebih lagi, beliau harus mempertanyakan mengapa fasilitas vital seperti RSUD Tais yang menyangkut nyawa pasien sampai ikut terdampak suplai listrik yang buruk dan tidak mendapat jalur khusus.” pungkasnya.
Masyarakat kini menunggu hasil nyata dari meja runding di ruang kerja bupati tersebut, dengan ancaman siap membawa persoalan ini ke ranah hukum dan Ombudsman jika tidak ada perbaikan konkret dalam waktu dekat.
Pewarta      : Redaksi/Renaldi
Editor        : Do





