pensiljurnalis.my.id, Seluma – Warga Desa Marga Sari, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, Jum’at (23/5) dini hari sekira pukul 03:00 WIB, pasca diguncang gempa berkekuatan 6,3 SR, seketika heboh lantaran salah satu kerabatnya yang diketahui bernama Pardi (50) mengalami luka tembak dibagian dada.
Yulius Martoni, Sekdes Margo Sari, ketika dikonfirmasi atas apa yang dialami salah satu warganya membenarkan kejadian tersebut, diterangkannya berdasarkan laporan warga kepadanya kronologi kejadian bermula dari korban yang tak sengaja memergoki orang yang sedang melakukan pencurian.
Setelah mengetahui adanya percobaan pencurian, korban sempat kembali masuk ke rumah untuk mengambil parang. Namun nahas, saat hendak memergoki pelaku, korban justru tertembak di bagian dada.
“Pelaku menembak saat korban berada di belakang rumah. Karena pak Pardi mengenakan baju putih, kemungkinan ia mudah terlihat oleh pelaku. Korban sempat mengejar, tapi karena luka tembak cukup serius, ia akhirnya lari ke rumah bidan desa untuk meminta pertolongan,” imbuhnya.
Toni juga mengatakan, senjata yang digunakan pelaku diduga jenis air shotgun. Hingga kini, korban belum sempat melapor ke pihak berwajib karena masih fokus menjalani perawatan dan proses pengangkatan peluru dari tubuhnya.
“Banyak yang bilang jenis senjata air shotgun, tapi untuk pastinya kami belum mengetahui,” sahutnya lagi.
Sementara itu, Kapolres Seluma AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan, S.I.K., M.I. melalui Kapolsek Talo, IPTU Haryanto, S.Sos, ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp membenarkan adanya kejadian tersebut, dikatakannya kalau kejadian yang dialami korban dilaporkan langsung ke Mapolres Seluma.
“laporannya ke Polres, kalau korban saat ini dirujuk ke RSUD M. Yunus,” singkatnya.
Sementara itu, dari informasi terbaru yang diperoleh oleh awak media pensiljurnalis, korban sebelumnya sempat dilarikan ke RSUD Tais, namun mungkin dengan alasan tertentu korban memilih ke RSUD M. Yunus, lantaran luka tembak yang dialami korban cukup serius.
Pewarta      : Renaldi/Nanang/Red
Editor        : Do





