Seluma – Akibat dari perbuatannya, M-O tersangka pembunuhan dengan cara menembak korban Winarso menggunakan Senjata api rakitan ( Senpira ) seperti yang diberitakan sebelumnya, Tersangka akan dikenakan pasal 340 (pembunuhan dengan Rencana) Sub 338 (Pembunuhan) KUHPidana dan diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hukuman dalam kurun waktu tertentu paling lama dua puluh tahun.
Kapolres Seluma AKBP Darmawan Dwi Haryanto, S.Ik, pada confrensi press didepan halaman Mapolres Seluma. Selasa ( 7/9/2021 ) sore pukul 15:00 wib. kepada wartawan menyampaikan kronologi kejadian pembunuhan berawal pada hari Sabtu ( 4/9 ) sekira jam 10.00 Wib Tersangka dan Rama pergi ke kebun milik tersangka yang berada di Blok A Temiang Desa Kuti Agung Kec Sukaraja Kab Seluma, dalam perjalanan Tersangka dan Rama bertemu dengan Titin Sumarni, lalu tersangka mengajaknya kekebun milik tersangka untuk memetik cabe dan sayuran.
Sesampainya dikebun tersangka, mereka langsung memetik cabai dan sayuran pada saat sedang memetik cabe dan sayuran itulah tersangka melihat korban melintas didepan kebun tersangka dengan membawa mesin chainsaw menuju kebun Riyanto, setelah itu tersangka menuju pondok kebun miliknya untuk meletakkan sayuran yang dipetiknya. kemudian tersangka turun dari pondok menuju kebun milik Riyanto yang berjarak sekitar 50 meter.
” Mereka berkomunikasi lalu terjadi keributan yang diduga perkataan korban menyinggung tersangka dengan mengatakan “ tersangka mantan napi, tidak kan jadi orang “ setelah itu tersangka berbalik badan untuk pergi sekira 2 meter. tersangka duduk lalu mengeluarkan senjata api dari tas nya, pada saat korban akan menghidupkan chainsaw nya, tersangka berbalik badan kearah korban lalu tersangka jongkok dan membidik korban setelah itu tersangka menembakan senjata apinya kearah korban.” Sampai Kapolres.
Motif pembunuhan lantaran tersangka sakit hati karena pada saat pemilihan Kepala desa padang kuas pada tahun 2019 ,yang manna orang tua tersangka M-O yang bernama Suwanto ikut pencalonan Kades namun tidak terpilih, yang manna pada saat itu korban di suruh untuk mencari suara untuk orang tuanya. tetapi korban berbalik berpihak ke Calon Kepala desa yang lain.
Selanjutnya Kapolres menerangkan, Hasil penelusuran pemeriksaan pelaku tersangka M-O, senjata api rakitan ( Senpira ) jenis revolver beserta 2 butir amunisi aktif yang digunakan tersangka untuk menghabisi nyawa korbannya didapatkan dari Tersangka NG alias Maman dengan cara membeli seharga Rp.700 ribu rupiah pada tanggal 21 mei tahun 2021 yang lalu. di rumah kontrakan tersangka yang beralamat di Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.
Keterangan tersangka M-O terkait asal senjata tersebut juga diakui oleh tersangka NG alias Maman. dan Tersangka NG dikenakan Pasal 1 Ayat (1) UU Nomor Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api tanpa ijin di ancam dengan hukuman penjara setinggi-tingginya dua puluh tahun.
” Hasil dari pemeriksaan NG, Dia mendapatkan Senpira tersebut dari seorang laki-laki berinisial EV sekitar tahun 2018 yang diberikan dirumah EV. dengan alasan ingin untuk pengangan dan menjaga diri sebelum akhirnya dijual kepada tersangka M-O. keterangan tersangka NG sedang didalami dan dilakukan pengembangan lebih lanjut.” Terang Kapolres. ( Do )





