BerandaHeadlineJelang Peresmian Serentak Gedung Dapur SPPG Di Kabupaten Seluma Bengkulu Disegel Pekerja

Jelang Peresmian Serentak Gedung Dapur SPPG Di Kabupaten Seluma Bengkulu Disegel Pekerja

pensiljurnalis.my.id, Seluma – Kalau sebelumnya Belasan pekerja bangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di simpang Taman Wisata Kota Tais, Kelurahan Talang Saling, Kecamatan Seluma, memilih mogok kerja, lantaran upah tak dibayar.

Namun Hari ini Jum’at (24/4/2026) sore sekira kurang lebih pukul 14:00 wib, dua hari menjelang peresmian serentak oleh Presiden Prabowo, Gedung Dapur SPPG tersebut malah digesel pekerja lantaran PT ADIKARYA selaku pemegang kontrak utama kembali tunggak upah.

Dalam wawancaranya, selaku mandor, mewakili pekerja, Ahmad Yani, kepada awak media yang hadir, dengan tegas mendesak pihak PT ADIKARYA, untuk segera melunasi tunggakan upah pekerja.

Kerena menurutnya, tidak ada lagi alasan pihak PT ADIKARYA untuk menahan hak pekerja, pasalnya seluruh progres pekerjaan gedung dapur SPPG yang mereka awasi sudah mencapai 98 persen.

Dok//Istimewa : Gambar Ahmad Yani, Mandor Sipil Pekerjaan Dapur SPPG Se-Provinsi Bengkulu, Saat Wawancara. (Do/pensiljurnalis).

“Saya disini Sebagai mandor sipil se-provinsi Bengkulu, saya mewakili rekan-rekan pekerja, Jadi terkait dengan aksi kami hari ini, kami menuntut gaji kami yang sudah dijanjikan sedari sebelum lebaran sampai sekarang belum dibayar, sementara untuk pekerjaan ini, pekerjaan kami dituntut disegerakan siang malam untuk untuk secepatnya selesai,” sampainya.

“Kepada instansi terkait, dan terutama kepada Presiden RI Bapak Prabowo, tolong pikirkan nasib pekerja, mereka sudah bekerja sangat luar biasa untuk mensukseskan program Bapak, tapi pihak PT ADIKARYA, main-main dengan pihak pekerja bangunan gedung Dapur SPPG, ini” tukasnya.

Dikatakannya, sebagai pekerja Ia beserta pekerja lainnya sangat berterimakasih kepada Pemerintah, karena dengan adanya pembangunan gedung Dapur SPPG ini pihaknya bisa bekerja. Tapi harapan besarnya Presiden RI Prabowo Subianto, terutama kepada pihak perusahaan utama PT Adikarya untuk segera melunasi tunggakan upah pekerja.

“minta tolong kepada bapak presiden terutama kepada pihak perusahaan terkait seperti PT Adikarya, bayar hak kami. Saat ini kami masih bisa menahan diri pak, kalau anarki memang tidak mungkin, tapi kalau tuntutan kami tidak diindahkan atau tidak di ACC kan atau realisasikan mungkin aksi kami akan lebih heboh lagi, jangan sampai terjadi hal-hal tidak diinginkan karena kami pekerja hanya muntut hak kami,” tegasnya.

“Gaji pekerja yang belum dibayar oleh PT Adikarya bervariasi pak, da yang satu (1) bulan, ada yang dua (2) dan tiga (3) bulan, bahkan ada yang empat (4) bulan,” sambungnya.

Dok//Istimewa : Gambar Pekerja Gedung Dapur SPPG, Saat Menyampaikan Aksi Protes Penyegelan Gedung SPPG Simpang Taman Wisata Kota. (Do/pensiljurnalis).

Dikungkapkan Ahmad Yani, pihaknya sudah mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada pihak PT Adikarya, tapi sayangnya pihak PT Adikarya hanya memberikan janji manis, akibatnya gaji pekerja masih belum terbayarkan.

“Minta tolong lah kepada pihak PT Adikarya Jangan diam-diam aja, setiap dikonfirmasikan hanya berkata diusahain, berjanji satu sampai dua hari akan di lunasi tapi hingga sekarang upah pekerja tak kunjung dibayar,” tukasnya.

Berdasarkan informasi, dalam waktu dekat ini Presiden RI akan meresmikan secara serentak Dapur SPPG termasuk SPPG yang berada di Provinsi Bengkulu, namun sayangnya dibalik suksesnya proyek strategis nasional yang fantastis itu, pihak penanggung jawab (PT Adikarya) masih menyisakan hutang kepada pekerja.

“Satu dua hari kedepan ini katanya akan ada peresmian Dapur SPPG oleh pak Prabowo, tapi kok upah kami belum diselesaikan, upah pekerjaan tidak diselesaikan kok sudah mau diresmikan saja,” keluhnya.

Ia juga mengungkapkan, atas Tunggakan yang dilakukan oleh PT Adikarya, Untuk sementara ini, seluruh gedung SPPG di Provinsi Bengkulu diambil alih oleh pekerja dan akan disegel sampai hak pekerja dibayar lunas.

“jadi mohon maaf, terpaksa kami segel semua, karena takutnya kalau peresmian sudah dilaksanakan nanti Bapak Presiden mengira semuanya sudah diselesaikan,” tuturnya.

Ketika dipertanyakan, apakah tunggakan ini terjadi lantaran belum ada pembayaran dari pihak pemerintah kepada pihak perusahaan PT adikarya, atau pihak PT Adikarya yang menahan hak pekerja, Ahmad Yani masih belum bisa memastikan dan masih simpang siur.

“Nah disinilah saya yang kurang tahu persis, tapi berdasarkan kabar burung dan informasi yang saya terima pihak pemerintah sudah membayar lunas kepada pihak PT adikarya, Tapi kenapa dari pihak perusahaan PT Adikarya nya tidak turun ke tim, atau ke Mandor atau ke Pendor masih banyak yang belum di bayar. Suplayer material juga semuanya juga masih belum dibayar, jadi sekali lagi kami mohon kepada PT Adikarya tolong bayar hak kami.” tutpnya.

 

Pewarta          : Do

Editor               : Do

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

spot_img
spot_img

Recent Comments