BerandaDaerahJelang Peresmian Serentak Gedung Dapur SPPG Di Kabupaten Seluma Bengkulu Disegel Pekerja

Jelang Peresmian Serentak Gedung Dapur SPPG Di Kabupaten Seluma Bengkulu Disegel Pekerja

Dikungkapkan Ahmad Yani, pihaknya sudah mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada pihak PT Adikarya, tapi sayangnya pihak PT Adikarya hanya memberikan janji manis, akibatnya gaji pekerja masih belum terbayarkan.

“Minta tolong lah kepada pihak PT Adikarya Jangan diam-diam aja, setiap dikonfirmasikan hanya berkata diusahain, berjanji satu sampai dua hari akan di lunasi tapi hingga sekarang upah pekerja tak kunjung dibayar,” tukasnya.

Berdasarkan informasi, dalam waktu dekat ini Presiden RI akan meresmikan secara serentak Dapur SPPG termasuk SPPG yang berada di Provinsi Bengkulu, namun sayangnya dibalik suksesnya proyek strategis nasional yang fantastis itu, pihak penanggung jawab (PT Adikarya) masih menyisakan hutang kepada pekerja.

“Satu dua hari kedepan ini katanya akan ada peresmian Dapur SPPG oleh pak Prabowo, tapi kok upah kami belum diselesaikan, upah pekerjaan tidak diselesaikan kok sudah mau diresmikan saja,” keluhnya.

Ia juga mengungkapkan, atas Tunggakan yang dilakukan oleh PT Adikarya, Untuk sementara ini, seluruh gedung SPPG di Provinsi Bengkulu diambil alih oleh pekerja dan akan disegel sampai hak pekerja dibayar lunas.

“jadi mohon maaf, terpaksa kami segel semua, karena takutnya kalau peresmian sudah dilaksanakan nanti Bapak Presiden mengira semuanya sudah diselesaikan,” tuturnya.

Ketika dipertanyakan, apakah tunggakan ini terjadi lantaran belum ada pembayaran dari pihak pemerintah kepada pihak perusahaan PT adikarya, atau pihak PT Adikarya yang menahan hak pekerja, Ahmad Yani masih belum bisa memastikan dan masih simpang siur.

“Nah disinilah saya yang kurang tahu persis, tapi berdasarkan kabar burung dan informasi yang saya terima pihak pemerintah sudah membayar lunas kepada pihak PT adikarya, Tapi kenapa dari pihak perusahaan PT Adikarya nya tidak turun ke tim, atau ke Mandor atau ke Pendor masih banyak yang belum di bayar. Suplayer material juga semuanya juga masih belum dibayar, jadi sekali lagi kami mohon kepada PT Adikarya tolong bayar hak kami.” tutpnya.

 

Pewarta          : Do

Editor               : Do

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments