pensiljurnalis.my.id, Seluma, – Dugaan Kasus perselingkuhan atau perbuatan tidak senonoh (Asusila) yang dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) menuai tanda tanya besar dikalangan masyarakat. Seperti halnya yang terjadi beberapa waktu yang lalu, diduga kuat perselingkuhan antara kedua oknum ASN tersebut telah mencoreng nama baik instansi kepemerintahan yang ada di Kabupaten Seluma.
Penelusuran dari pemberitaan sebelumnya, bahwa kedua oknum ASN yang melakukan dugaan perbuatan tidak senonoh itu merupakan pegawai aktif yang ada di Kabupaten Seluma.
Informasi beserta keterangan beberapa narasumber valid yang masih enggan dipublish identitasnya demi menjaga kerukunan antar sesama, mengatakan bahwa oknum ASN berinisial S tak lain adalah oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 35 Seluma, dan oknum berinisial RH yang diduga kuat merupakan oknum pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Seluma.
“Kejadian itu terjadi pada hari rabu sekitar pukul 10.30 Wib dirumahnya terduga S. Pada hari Kamis sekitar pukul 20.00 Wib malam, sudah digelar musyawarah untuk membahas persoalan dugaan kuat perselingkuhan mereka berdua. Akan tetapi sangat disayangkan terduga RH tidak datang saat malam musyawarah dengan alasan yang tidak diketahui,” ungkap salah seorang narasumber.

Lebih lanjut, dari narasumber yang berbeda menjelaskan, kejadian yang telah membuat seluruh warga sekitar geram, sehingga warga meminta kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknasdikbud) Kabupaten Seluma serta Pemerintah Kabupaten (Pemdakab) Seluma segera menyelidiki dan mengambil sikap tegas terhadap diduga oknum Kepala Sekolah yang telah mencederai marwah pendidikan dan Instansi Pemdakab Seluma agar segera melakukan panggilan terhadap terduga S dan RH.
“Kami meminta agar pihak Dinas Pendidikan menyelidiki dan bersikap tegas serta segera memberikan teguran maupun sanksi kepada terduga oknum Kepala Sekolah itu, agar supaya menimbulkan efek jerah atas apa yang telah diperbuatnya.” tegasnya.
Lebih lanjut terangnya, warga sekitar sudah merasah sangat resah akibat ulah yang telah dilakukannya, sebab Oknum Kepsek tersebut diduga sudah dua kali berbuat hal serupa dengan lelaki yang berbeda.
“S sudah dua kali berbuat seperti itu dengan lelaki yang berbeda dan sebenarnya kami sudah merasah sangat resah akibat ulah yang telah dilakukannya,” tandasnya.
Namun dari keterangan narasumber ada hal yang menggelitik dan terbilang nekat Ketika dipertanyakan kronologis penggerebekan, Ia menyampaikan kalau penggrebekan dilakukan oleh anak dan menantu S dikediaman S, yang pada saat itu berada didekat rumahnya yang memang sudah mencurigai gerak-gerik terduga kedua oknum itu pada siang hari.
“Sungguh perbuatan yang tak patut dicontoh dari seorang oknum ASN dalam hal ini terduga S selaku Kepala Sekolah yang seharusnya memberikan contoh yang baik dan mendidik bagi para murid-muridnya melakukan perbuatan tercela seperti itu,” tutupnya.
Untuk diketahui beberapa hari yang lalu awak media telah mencoba menemui terduga RH dikantor BPS pada Jum’at, (20/10/2023) untuk memastikan kebenaran bahwa terduga RH bekerja di Instansi tersebut. bahwa benar terduga RH memang bekerja di Instansi tersebut, namun sayangnya terduga RH sedang melakukan Dinas Luar (DL) dan sedang tidak berada dikantor.
Sementara itu, untuk keberimbangan berita awak media sudah melakukan upaya konfirmasi dan klarifikasi pemberitaan, namun belum berhasil mendapatkan Jawaban. (Do).





