pensiljurnalis.my.id, Seluma – Pihak PT. Citra Graha Garwita (CGG), bantah dugaan limbah produksi pabriknya cemari lingkungan melalui sungai seperti pada pemberitaan sebelumnya, hal tersebut disampaikan langsung oleh Wawan, Mill selaku Manager PT. CGG saat diwawancarai disalah satu ruangan rapat PTPN VII, Selasa (31/1/2023) siang sekira pukul 12:40 WIB.
Pada permasalahan ini, kepada awak media yang hadir, dirinya secara blak-blakan mengakui kalau yang masuk ke parit (siring) yang bermuara ke sungai Induk Air Talo itu bukan limbah tapi minyak kotor (Miko) yang tertumpah.
“terimakasih pak, kalau informasi limbah yang kami terima, itu bukan limbah dari area limbah itu pak. tetapi minyak, bisa dibilang bulus artinya hilang dari kita larinya ke paret (siring). Sementara kalau kategori kami, itu bukan limbah tapi minyak, nanti minyak tersebut lah yang akan kami evakuasi kembali karena kwalitas cukup luar biasa dan itu juga hasil produksi untuk laporan produksi kita,” katanya.
Dalam wawancara, saat dipertanyakan upaya penanganan dan langkah penanggulangan antisipasi apabila kembali terjadinya kebocoran miko seperti yang diakuinya, Mill manager PT CGG itu mengatakan, terkhusus untuk penanganan limbah produksi pabrik yang dikelolah PT. CGG sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“baik pak untuk kedepan, khusus masalah limbah ini pak tolong dijelaskan juga kalau limbah kita sesuai dengan aturan pemerintah yaitu KLH (Kementerian Lingkungan Hidup), akan kami buat laporan sesuai dengan fakta, alat kita namanya Sparing (alat pengukur limbah) kita juga buat laporan setiap bulan,” tuturnya.
Ditambahkannya, menurutnya kalau kebocoran yang menyebabkan minyak tumpah sebelumnya diduga kuat merupakan upaya sabotase meski tidak menjelaskan dugaan sabotase yang dimaksudnya secara rinci, tetapi untuk menindak lanjuti permasalahan ini, kalau pihak PT. CGG akan berhubungan langsung dengan pihak Kapolsek setempat sampai ke Polda Bengkulu.
“nah..!, kejadian ini adalah minyak yang tertumpah, jadi minyaknya masuk ke parit dan saya pun wajib membantu, untuk kejadian kedepan apapun ceritanya ini adalah masalah kelalaian anggota kita. Jadi apapun bentuknya sehubungan dengan sabotase yang terjadi akan segera kita perbaiki, apapun wujudnya apa itu Kapolsek sampai Polda kita akan berhubungan jangan sampai ini terjadi lagi, sebab keuntungan itu bukan hanya untuk perusahaan tetapi juga untuk masyarakat.” ketusnya mengakhiri.
Untuk diketahui, pada perbincangan diluar wawancara, pihak PT. CGG dan Manajemen PTPN VII Pring Baru, yang ada didalam pertemuan bersama awak media dan pihak Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Seluma diruangan rapat PTPN VII, mereka berkeyakinan kalau kebocoran yang terjadi diduga kuat lantaran ada upaya sabotase untuk memperburuk citra perusahaan yang Ia dan rekan-rekan nya nahkodai, namun sayangnya ketika dipertanyakan upaya sabotase seperti apa mereka masih memilih tidak menjawab.
Simak terus pemberitaan kami dalam upaya mengungkap fakta apa yang tersembunyi dibalik dugaan kelalaian yang terjadi di salah satu pabrik milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di Kabupaten Seluma yang kita cintai ini. (JOHAN).





