” Ketegasan bupati kami tunggu,” ujarnya.
Kata Fauzan, Aksi ini merupakan panggung bebas. Selain orasi juga ada penampilan puisi mengutuk aksi polisi yang telah membubarkan paksa ibu-ibu. Juga kepada Bupati Seluma selaku petinggi di Bumi Serasan Seijoan.
” Disini ada mahasiswa asli Seluma juga teman-teman mahasiswa dari Bengkulu dan juga pelaku seni,” tukasnya.
Hasil pantauan dari media pensiljurnalis.my.id, beberapa perwakilan pemuda mendapatkan arahan untuk bertemu dengan Bupati Seluma, Erwin Oktavian, S.E, sekaligus menyampaikan surat petisi terkait kehadiran dan gejolak penolakan tambang pasir besi yang mereka kumpulkan, sebagai masukan kepada Bupati terkait langka tegas kedepannya.( Red ).


