pensiljurnalis.my.id, Seluma – Siapa yang mengira, ternyata dibalik megahnya gedung perpustakaan daerah (Perpusda) Kabupaten Seluma, menyimpan kesah Herman Toto, seseorang pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), warga Talang Saling, Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma.
Diterangkannya, kalau pinjaman biaya pembuatan sertifikat lahan gedung baru pada tahun 2022 lalu hingga akhir tahun 2023 tak kunjung dilunasi oleh oknum Kepala Dinas Perpusatkaan dan arsip daerah, Marhakidinata MPD. Kamis (28/12/2023).
“Awal mulanya pinjam untuk pembuatan sertifikat Rp 1,5 juta dan berlanjut minjam untuk perjalanan Dinas sebesar Rp 5 juta. Jika tidak bersertifikat maka bangunan ini tidak bisa berdiri megah,”tegas Herman Toto.
Dibeberkannya, peminjaman uang tersebut murni merupakan beban dari dinas, pada tahun 2022 anggaran tersebut sudah di cairkan. Namun anggaran yang sudah di cairkan tidak untuk membayar pinjaman yang sudah dilakukan oleh oknum tersebut.
“Memang ada angsuran pembayaran namun masih tetap saja tidak bisa menutupi piutang alat tulis lainnya,” tegasnya.
Dikatakannya, jika upaya penagihan sudah terus dilakukannya dengan cara mendatangi dinas perpustakaan. Tetapi oknum kepala dinas tak pernah ditempat dan sekedar berjanji akan menyelesaikan.
“hingga tahun 2023 ini tak kunjung terbayarkan. Melainkan selalu berkelit dan masih berjanji untuk diselesaikan,” tandas Herman Toto.
Berikut keterangan rincian hutang yang tak kunjung dilunasi :
Bon Lama Rp 4.258.000. Pembuatan Sertifikat Gedung Perpusda Rp1.5 juta, Perjalanan Dinas : Rp 5 juta, Perjalanan Dinas : 1.5 juta, Pinjam dari jakarta : 2.5 juta dengan total Rp 13.258.000. Namun di tahun 2022 lalu sempat di cicil untuk pembayaran tanggal 14 April 2022: Rp 1.2 juta, 22 April 2022: Rp 2.5 juta dan 28 Juni 2022 : Rp 1 Juta. Sehingga masih menyisakan Rp 8.558.000. Oknum kepala dinas kembali meminjam untuk pembelian BBM Rp 100 ribu tertanggal 20 Juli 2022 dan 2 Agustus Rp 500 ribu.
Upaya pembayaran juga dilakukan oleh bendahara sebesar Rp 1.1 juta tertanggal 12 Agustus tahun 2022. Bayar bon, 22 September Rp 386.000 dan 3 Desember Rp 500 ribu. Sehingga masih menyisakan hutang Rp 7.172.000 piutang terus bertambah untuk pembayaran pajak makan minum dan bon ATK. Hanya saja di tahun 2023 oknum melalui bendahara untuk membayarnya 4 Agustus 2023 Rp 1.4 juta dan 8 November Rp 1 juta.
“Sampai saat ini piutang oknum masih tersisa dan belum terbayarkan Rp 7.4 juta dan saat ini susah di temui,”keluhnya.
Sementara itu, ketika berusaha dikonfirmasi oleh wartawan, kepala Kadis Perpusda Marhakidinata MPD seperti berusaha untuk menghindar dan saat di datangi tak pernah di ruanggan kerjanya.
“Saya sudah perintahkan bendahara untuk menyelesaikan dan sekarang tengah ada dinas ikut bersama bupati dalam kegiatan sapa warga,”kilahnya, saat di konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, seraya membenarkan adanya sangkutan, namun mengatakan akan diselesaikan secepatnya. Pasalnya, bendahara dinas sudah di perintahkan untuk menanyakan hal tersebut. (Do).





