pensiljurnalis.my.id, Seluma – Kasus Pencurian Tandan Buah Sawit (TBS) plasma di PT Mutiara Sawit Seluma (MSS) yang terjadi beberapa bulan lalu tepatnya Sabtu (24/6) pagi, oleh dua orang mandor dan satu orang karyawan yang saat ini sudah menjalani hukuman di lapas dipertanyakan oleh pihak keluarga.
Pasalnya Barang Bukti (BB) TBS seberat kurang lebih 3 Ton dan 1 unit kendaraan Dump truk yang diamankan diwilayah hukum Polsek Seluma tersebut hanya selang beberapa jam dari pengungkapan kabarnya sudah dijual dan kendaraan sudah dikembalikan kepada PT.MSS.
Informasi yang didapat dari salah seorang yang enggan dipublish identitasnya, bahwa memang benar telah terjadi tangkap tangan dugaan pencurian dan penjualan TBS milik Plasma PT MSS tersebut disalah satu RAM yang ada diwilayah Hukum Polsek Seluma. Namun yang disayangkan pihaknya BB itu sudah tidak ada dilokasi dan diduga adanya kejanggalan dalam kasus kriminal murni itu.
“Kami memang tidak mengerti soal hukum, Undang-undang maupun Pasal berapa yang memperbolehkan bahwa BB kasus pencurian boleh dijual, akan tetapi apakah boleh Barang Bukti (BB) pencurian TBS tersebut dijual atau seolah dihilangkan sebelum pelaku dilakukan Berita Acara Penangkapan (BAP) pada hari itu dan apa dalih pihak kepolisian menjual BB kasus pencurian itu,” ungkapnya.
Salah satu wartawan tim media ini yang datang ke Mapolsek Seluma saat pelaku sudah diamankan Sabtu, (24/6/2023) malam. diketahui bahwa Barang Bukti sawit seberat kurang lebih 3 Ton beserta 1 unit kendaraan jenis Dump truck tidak ada dilokasi dan hanya menyisahkan 3 tandan sawit yang berada di Mapolsek Seluma.
Diwaktu berbeda, Kapolsek Seluma AKP Sukari, saat dikonfirmasi melalui telepon whattsaAp menjelaskan, bahwa BB yang ada penyusutan bisa dijual dan hasil penjualannya dijadikan barang bukti, hal ini juga serupa dengan menangkap pelaku penimbunan minyak (BBM) bisa dititipkan di SPBU, menurut pasal 111 KUHAP.
“Oh iya, BB yang mengalami penyusutan itu boleh dijual dan hasil dari penjualan BB itu akan dijadikan barang bukti, kalau dibiarkan BB kasus pencurian TBS sawit itu akan busuk, untuk saat ini kasus itu sudah masuk tahap 2,” ungkapnya.
Lanjutnya, bahwa hasil dari penjualan buah sawit (BB) tersebut akan dijadikan uang dan uang tersebut dijadikan BB. Saat wartawan mempertanyakan apakah boleh kendaraan yang menjadi BB dalam kasus pencurian bisa dioperasikan/digunakan kembali oleh pihak Korban dalam hal ini PT MSS. Dirinya menjawab boleh.
“Ya silahkan gak apa-apa, namanya juga ada pinjam pakai oleh pihak PT MSS,” tuturnya.
Menurut Kapolsek Seluma, hal tersebut sudah sesuai pasal 44 KUHAP dan peraturan Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) no 16 tahun 2014 dan surat edaran jaksa agung RI nomor SE 010/A/JA/08/2015 barang sitaan yang mudah lekas rusak dapat dilelang atau dimusnahkan namun sebagian barang bukti tersebut disisihkan sebagian untuk kepentingan pembuktian.
“Setelah tahap 2 Barang Bukti diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), kalau masalah kendaraan kemarin itukan punya korban dalam hal ini perusahaan PT MSS, ya kita pinjamkan untuk pinjam pakai kendaraan, karena yang punya kendaraan korban (red,PT MSS), masa sudah jadi korban mau jadi korban lagi,” ujar Kapolsek Seluma. (Rls/Red).





