pensiljurnalis.my.id, Seluma – Pihak PT. CGG tampaknya sudah mulai berbenah dan mulai melakukan upaya evakuasi minyak kotor (Miko), hal tersebut terbukti dengan adanya 2 drum kosong yang berada dipinggiran parit (siring) untuk menampung Miko yang berada dan mengalir ke parit.
Selain hal tersebut, berdasarkan keterangan Yulian, warga Pring Baru, Kecamatan Talo Kecil, pemilik kebun kelapa sawit dan hasil penelusuran, kalau pihak perusahaan menaburkan Bubuk SODA ASH LIGHT 99.2%, keatas Miko.
“ada soda diatas minyak, mereka (pihak perusahaan, red) taburkan,” sampainya dengan dialeg Serawai.
Suhandi, salah satu koresponden PTPN VII Pring Baru, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp untuk meminta penjelasan manfaat Soda tersebut dirinya mengatakan kalau kegunaan soda sebagai salah satu bahan untuk water treatment.
“water treatment itu pengolahan air Sungai yg akan dipakai untuk kebutuhan pabrik dan kantor. Tidak ada kaitannya soda dengan limbah. Tidak ada kaitannya Miko dengan soda,” singkatnya.
Sementara itu, saat dipertanyakan bahan dan jenis benda putih apa yang ditaburkan pihak perusahaan keatas Miko yang berada di parit Selasa (31/1) sore, dirinya tidak mau menjelaskan dan Ia mempersilahkan awak media untuk datang kembali ke PTPN VII.
“maaf saya tidak akan menjelaskan lebih jauh lagi hal-hal lain. Silahkan klo ada hal-hal lain yang perlu ditanyakan, Kami terbuka silahkan bapak ke kantor tentu nanti dijelaskan dengan data-data yang valid. WA itu lbih ke urusan silaturahim personal. Terimakasih,” ketusnya.
Ditempat berbeda, berdasarkan keterangan rekan awak media pensiljurnalis yang sudah berpengalaman dan memiliki jabatan penting di pabrik CPO kelapa sawit, kalau pihak PT. CGG menggunakan soda sebagai media untuk mengembangkan/Melarutkan Miko yang ada di parit (Siring), maka langkah itu sangat tidak dibenarkan, sebab menurutnya tindakan tersebut sangatlah berbahaya.
“tidak akan menyelesaikan masalah itu pak, malah menambah masalah. Soda itu racun pak, Itu bahan kimia. Tidak benar itu..!, . Akibatnya air paret semakin tercemar kan. Dan menjadikan minyak terlarut dengan soda yang akhirnya air tercemar dan berbahaya untuk digunakan sebagai media mencuci dan membuat ikan mati total karena afect COD sangat tinggi. Orang pun bisa mati,” terangnya, ketika dipertanyakan manfaat dan akibat menggunakan soda api melalui pesan singkat WhatsApp, pada Selasa (31/1) malam.
Simak terus pemberitaan kami dalam upaya mengungkap fakta apa yang tersembunyi dibalik dugaan kelalaian yang terjadi di salah satu pabrik milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di Kabupaten Seluma yang kita cintai ini. (Zelman/Johan).





