BerandaHeadlineMeski Insan Mulia, Wartawan Tak Jarang Dipandang Rendah dan Hina

Meski Insan Mulia, Wartawan Tak Jarang Dipandang Rendah dan Hina

pensiljurnalis.my.id, Seluma – Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik.

Tidak bisa dimungkiri bahwa kehadiran pers memberikan dampak begitu luar biasa bagi kehidupan masyarakat.

Secara garis besar, peran pers bagi negara demokrasi adalah menjamin proses akuntabilitas publik dapat berjalan dengan lancar. Pers pada posisi tertentu dapat bertindak sebagai lembaga formal yang mengawasi kinerja pemerintah.

Bagi negara penganut sistem demokrasi seperti Indonesia, pers berperan sebagai alat kontrol bagi pemerintah.

Kekuatan pers tersebut merujuk pada kekuatan untuk mengawasi jalannya pemerintahan dan menyalurkan aspirasi rakyat.

Dilansir dari buku Teori Komunikasi Massa (2011) karya Denis McQuail, dijelaskan bahwa istilah pilar keempat demokrasi pertama kali dicetuskan oleh Edmund Burke dari Inggris pada akhir abad ke-18.

Istilah tersebut merujuk pada kekuasaan politik yang dimiliki pers setara dengan ketiga pilar lainnya dalam kehidupan di Inggris: Tuhan, Gereja, dan Majelis Rendah.

Apabila dikaitkan dengan sistem demokrasi yang sekarang, maka kekuatan pers dianggap setara dengan pilar demokrasi lainnya yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Namun didalam menjalankan tugasnya selaku jurnalis tak jarang insan pers yang akrab dengan sebutan wartawan ataupun awak media ini mendapatkan perlakuan tidak mengenakan.

Bahkan tidak sedikit oknum instansi dan pejabat memandang rendah dan hina orang-orang yang berprofesi wartawan, hanya karena tidak terima atas publikasi temuan wartawan terhadap item kegiatan mereka dilapangan.

Tak perduli temuan wartawan tersebut sesuai dengan fakta dilapangan, Karena hal tersebut juga, oknum-oknum itu terkadang berkata kalau wartawan hanya mencari-cari kesalahan pada setiap item apapun bentuk kegiatannya.

Bahkan karena itu pulalah, simpatisan mereka yang mendengar pembelaan dan pemaparan dari oknum terkait kalau yang salah itu wartawan, sehingga tak jarang juga simpatisan ikut menghujat dan mengumpat wartawan.

Disinilah membuktikan, kalau masih banyak yang belum paham peran dan fungsi wartawan. Disini juga membuktikan kalau tugasmu selaku guru bangsa belum tertunaikan secara baik dan benar.

Semangat selalu Insan Pers, jangan pernah terhenti tugasmu hanya karena ulah para oknum kotor yang terganggu dan terusik atas kehadiranmu. Tugasmu selaku Pers memberikan informasi sesuai fakta kepada masyarakat.

ARTIKEL

Penulis : Hendri/Fardo

Redaksi pensiljurnalis

Sumber: kutipan dari berbagai sumber.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

spot_img
spot_img

Recent Comments