pensiljurnalis.my.id, Seluma – Dinsos Seluma layangkan surat kepada Bank BRI Kanca Bengkulu dan Kanca Manna, selaku bank imbara E-warong untuk melakukan evaluasi dan pengawasan, lantaran E Warong di Seluma terbagi menjadi dua wilayah yang membawahi. Total ada 64 E Warong yang ditugaskan BRI menyalurkan BPNT di Seluma.
Kepala Dinsos Seluma, Elian Suandi, melalui Nofoliyon Hendrawan, Kabid Penanganan Fakir Miskin dan Pemberdayaan Sosial. mengatakan kalau ini adalah bentuk serius Dinas Sosial ( Dinsos ) Kabupaten Seluma, tanggapi polemik penyaluran bantuan sosial sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) oleh E Warong yang banyak menuai protes keluarga penerima manfaat (KPM).
” Tujuan surat ini untuk perbaikan. Agar penyaluran BPNT ke depan lancar, tidak lagi menuai protes dari KPM. Untuk BRI Kanca Manna adalah 48 E Warong. Sementara Kanca Bengkulu ada 16 E Warong yang ditugaskan BRI menyalurkan BPNT ini,” sampainya.
Nofoliyon berharap kejadian mark up harga sembako BPNT ini tak terjadi lagi. Sehingga bantuan yang disalurkan pemerintah melalui Kemensos ini benar tepat dan sesuai dengan anggaran yang dikucurkan.
“Karena E Warong ini milik BRI selaku bank imbara, kewenangan evaluasi sepenuhnya ada di BRI. Namun demikian kami juga terus melakukan pemantauan dan pengawasan sesuai tupoksi yang kami miliki,” pungkasnya.
Sementara itu untuk diketahui, saat ini pihak Kejari Seluma, sedang berupaya mendalami dugaan mark-up pada permasalahan ini, dengan melakukan pemanggilan kepada pihak e-Warong, TKSK dan pendamping. ( Do ).





