pensiljurnalis.my.id, Seluma – Tugu peluru yang diketahui bernama tugu roket, tugu bersejarah bagi Mergo Seluma, di Kelurahan Pasar Tais, Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, yang keberadaannya banyak tidak diketahui oleh masyarakat Kabupaten Seluma, lantaran tertutupi oleh bangunan auning dan lapak pedagang kini mulai memasuki progres tahapan pengerjaan.
Pirasuki, salah satu dari beberapa tokoh masyarakat yang sebelumnya getol berupaya untuk meng-eksiskan kembali tugu yang berada di atas tanah Mergo Seluma serta berupaya auning dan lapak pedagang yang berada di areal tempat tugu itu untuk dibongkar dan meminta Pemda Kabupaten ( Pemkab ) Seluma untuk mengembalikan fungsi lapangan merdeka seperti sebelum dibangun Auning dan lapak pedagang, mengucapkan rasa terimakasih atas respon dari Pemkab Seluma.
” Meski saat ini disana ( areal tugu roket ), baru memasuki tahapan pengerjaan, Saya mewakili tokoh masyarakat yang kemarin sama-sama memperjuangkan, mengucapkan rasa terimakasih kepada Pemkab Seluma, dan instansi terkait, terkhususnya kepada Bupati Seluma karena sudah merespon apa yang kami ajukan walaupun hanya melalui media online dan media-media lain nya.” sampainya.
Untuk bentuk bangunan yang akan dibangun lanjutnya, mereka menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkab Seluma, namun Ia berharap di areal tersebut walaupun tidak bisa sepenuhnya dipergunakan seperti dahulu yang menjadi titik upacara dan kegiatan lainnya, setidaknya bangunan disana nanti tidak menutupi kembali tugu roket.
” bangunlah bangunan yang terbaik menurut pemkab dan instansi terkait, tetapi tolong jangan sampai seperti sebelumnya ( tertutup ). Begitupun dengan tugu nya kalau perlu tempatnya digeser ke tengah lapangan atau ketempat strategis tidak apa, tetapi kami minta tolong pertahan versi aslinya, bisa jadi ada nilai sejarah lain yang terkandung pada tugu tersebut.” pintanya.
Karena, berdasarkan keterangan Pirasuki, dari hasil penelusuran nya, Tugu tersebut bukan tugu peluru, tetapi tugu Roket, yang disangga 3 tangga dengan anak tangga berjumlah 17 buah, rantai ( sebelum hilang, red). hal tersebut tentunya berkaitan dengan hari kemerdekaan, jumlah Semidang asal usul bersatunya Kabupaten Seluma, serta lambang persatuan simbol kekuatan yang kini dikenal dengan Serasan Seijoan.
” jadi bisa kita simpulkan, roket yang berada ditengah-tengah berarti tidak independen, dia akan meluncur ketika 3 tangga tersebut bersatu untuk mengendalikan, roket berada di tengah juga bermakna tidak ada perbedaan atau tebang tebang pilih, baik itu terkait etnis, suku, ras dan agama.” terang Pirasuki.
” selain memiliki makna tersebut, keberadaan tugu roket duluh juga sebagai titik koordinat cikal bakal ibu Kota.” imbuhnya. dengan diakhir juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Ketua DPC Purnawirawan TNI/Polri serta beberapa tokoh masyarakat dan warga yang terlibat aktif sebelumnya. ( Do ).





