BerandaHeadlineRekor Baru, Ditengah Keterbatasan Transportasi Warga Desa Di Kabupaten Seluma Kurban Idul...

Rekor Baru, Ditengah Keterbatasan Transportasi Warga Desa Di Kabupaten Seluma Kurban Idul Adha Sebanyak 19 Ekor

pensiljurnalis.my.id, Seluma – Dengan Niat yang ikhlas dan mengucapkan Bismillah Desa Talang Empat, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu kembali menjadi perhatian saat perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Di tengah kondisi desa yang masih terisolir dengan akses jalan rusak parah dan berlumpur, berlobang dan sangat di katakan jauh dari kata layak, masyarakat setempat justru mencatat rekor jumlah hewan kurban terbanyak sepanjang sejarah desa khususnya di kabupaten Seluma. Rabu (27/05/2026).

Pada Idul Adha tahun 2026 ini, warga Desa Talang Empat menyembelih 19 hewan kurban, terdiri dari sembilan ekor sapi dan 10 ekor kambing. Jumlah tersebut dinilai luar biasa mengingat desa itu hanya berkepala Keluarga (KK) sekitar 220.

Meningkatnya jumlah hewan kurban tidak terlepas dari membaiknya perekonomian masyarakat dalam dua tahun terakhir. Mayoritas warga Talang Empat berprofesi sebagai petani kopi. Naiknya harga kopi sepanjang 2025 hingga 2026 yang mencapai Rp 40 ribu sampai Rp 75 ribu per kilogram membuat pendapatan masyarakat meningkat signifikan.

Di balik meningkatnya kesejahteraan warga, Desa Talang Empat hingga kini masih menghadapi persoalan infrastruktur yang memprihatinkan. Jalan menuju desa tersebut rusak berat, berlumpur dan sulit dilalui kendaraan biasa, terutama saat musim hujan.

Dok//Istimewa : Gambar Perjuangan Warga talang Empat Saat Mengangkut Kurban Idul Adha. (Renaldi/pensiljurnalis).

Akses transportasi hanya bisa ditempuh menggunakan mobil dobel gardan atau sepeda motor trail. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban. Bahkan tren jumlah hewan kurban di desa itu terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kepala desa Talang Empat, Wiwin Sunaryo, membenarkan adanya peningkatan signifikan jumlah hewan kurban pada Idul Adha tahun ini. Menurutnya, peningkatan tersebut dipengaruhi dua faktor utama, yakni membaiknya ekonomi masyarakat serta meningkatnya kesadaran beribadah warga.

“ini seiring dengan peningkatan ekonomi dan ketakwaan masyarakat kita di sini. Kami tentu sangat bersyukur dan gembira dengan kondisi ini,” tuturnya.

Dirinya juga menjelaskan, seluruh hewani Kurban didatangkan dari luar desa. Terutama dari wilayah Seluma Selatan dan sekitarnya. Namun proses pengangkutan hewan kurban menuju Talang Empat bukan lah mudah.

Kondisi jalan yang rusak parah membuat biaya transportasi melonjak tinggi. Untuk membawa satu ekor sapi ke desa tersebut, warga harus mengeluarkan ongkos sekitar Rp 1,5 juta per ekor sapi nya

Dan juga di ketahui bahwa membawa sapi sebanyak 9 ekor tersebut menggunakan 9 unit mobil double Gardan.

“Ongkos membawa sapi ke sini sangat mahal karena kondisi jalan memang berat. Semua kendaraan harus menggunakan mobil dobel gardan,” ungkapnya.

Dengan jumlah sembilan ekor sapi, total biaya transportasi yang harus dikeluarkan masyarakat mencapai sekitar Rp 13,5 juta. Meski demikian, warga tetap antusias berkurban sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diperoleh.

Semangat masyarakat Talang Empat juga menjadi gambaran kuatnya nilai kebersamaan dan religiusitas warga desa terpencil di Kabupaten Seluma.

Di tengah keterbatasan infrastruktur, masyarakat tetap mampu menunjukkan solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama melalui ibadah kurban.

“Semoga kedepannya akses jalan kita ini cepat di perbaiki oleh pemerintah kabupaten Seluma dan bisa menikmati jalan hotmik seperti desa lainnya.” tutup kepala desa Talang Empat Wiwin sunaryo.

Pewarta         : Renaldi
‎Editor              : Do

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

spot_img
spot_img

Recent Comments