Seluma – Pergolakan Antara Kontraktor dan beberapa pekerja warga Desa Talang Sali dengan PT. MSS akhir-akhir ini semakin memanas, karena masyarakat merasa terzolimi dengan keputusan upah yang di tetapkan oleh manajemen Pt. MSS dinilai tidak masuk akal.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu perwakilan Angkutan kontraktor PKS didalam video, hal itu sengaja dilakukan pihak PT. MSS, supaya kontraktor dan pekerja lansir TBS memutuskan kontrak kerja sama dengan pihak PT. MSS
Lantaran tidak menemukan kata kesepakatan walaupun sudah beberapa kali melakukan pertemuan mediasi antara pihak Angkutan Tandan Buah Segar ( TBS ), Kontraktor Pabrik Kelapa Sawit ( PKS ) dan beberapa pekerja lansir dalam Pt. Mitra Sawit Seluma ( MSS ), terkait upah minimum angkut yang tidak sesuai yang di tetapkan oleh pihak PT. MSS, Besok Kamis ( 06/5 ) sekira pukul 09:00 wib, perwakilan kontraktor dan pekerja akan melakukan penutupan jalan akses masuk dan keluar PT. MSS secara paksa. Rabu ( 05/5/2021 )
Terkait wacana penutupan jalan tersebut, salah satu tokoh masyarakat Desa Talang Sali, Kecamatan Seluma Timur, Kabupaten Seluma, yang akrab dengan sapaan Son sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi
” Seharusnya hal itu bisa di selesaikan sebelum ini terjadi, antara masyarakat dan perusahaan duduk musyawarah, sama-sama menghitung berapa upah angkut yang pas, baruh memutuskan upah angkut tersebut, sebab pertimbangan dari awal masyarakat mendukung perusahaan itu berdiri di Desa Talang Sali, dengan harapan masyarakat bisa kerja dan terbuka lapangan pekerjaan. serta berharap antara masyarakat dengan pihak perusahaan bisa saling bersinergi ” Sampainya ( Do )





