pensiljurnalis.my.id, Seluma – Melalui Kepala Desa Rawa Indah, ultimatum serta wacana demonstrasi ke kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II Seluma, Provinsi Bengkulu yang sempat direncanakan dibatalkan oleh warga Rawa Indah dan Masyarakat Pesisir Barat Kecamatan Ilir Talo.
Hal tersebut disampaikan oleh Arpandi, Kepala Desa Rawa Indah, yang ditunjuk warga sebagai pimpinan penyelesaian konflik antara warga Desa Rawa Indah dan Masyarakat Pesisir Barat dengan oknum petugas BKSDA, lantaran realisasi dari hasil pertemuan warga yang diundang oleh pihak BKSDA tak kunjung dilaksanakan.
“Allhamdulillah alat berat yang dijanjikan oleh pihak BKSDA wilayah II sudah bekerja, badan jalan inggris yang sebelumnya batal di sekrap kini sudah dibersihkan,” sampai Arpandi.

Lanjut Arpandi, berkenaan dengan telah dipenuhinya tuntutan warga oleh pihak BKSDA wilayah II Seluma tersebut, Ia dengan lantang menyampaikan dan mengumumkan kepada warga desa Rawa Indah dan Masyarakat Pesisir Barat, kalau rencana demo dan ultimatum yang sebelumnya sempat disampaikan kini dicabut dan dibatalkan.
“saya beritahukan kepada warga rawa indah dan masyarakat pesisir barat, rencana demo ke kekantor BKSDA wilayah II Seluma di stop, karena tuntutan kita sudah dipenuhi oleh pihak BKSDA.” tukasnya.
“saya mengucapkan terimakasih kepada tokoh masyarakat dan seluruh warga, dan terkhususnya kepada Bapak Nurali, S.Sos, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Seluma, yang selalu membantu perjuangan warga desa Rawa Indah. Dan tentunya juga kepada BKSDA Wilayah II Seluma dan PT Agri Andalas.” tutupnya.

Untuk diketahui, kronologi kejadian berawal dari kegiatan gotong royong warga rawa indah yang membersihkan badan jalan pesisir lintas barat Provinsi Bengkulu (jalan Inggris) yang sudah puluhan tahun tak tersentuh perbaikan dihentikan oleh paksa oknum petugas BKSDA.
Tak terima atas perlakuan tersebut, warga desa Rawa Indah dan Masyarakat Pesisir Barat, lantas mengecam aksi oknum petugas BKSDA tersebut. Tak ingin konflik berlarut, lantas kepala BKSDA wilayah II Seluma, melalui kepala desa Rawa Indah mengundang beberapa perwakilan warga untuk memediasi dan menyelesaikan persoalan yang terjadi.
Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati bersama, pihak BKSDA Wilayah II Kabupaten Seluma, tidak melarang warga melakukan kegiatan gotong royong untuk memperbaiki jalan pesisir lintas barat yang berada dibawah naungan Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, serta menyetujui dan akan melanjutkan kegiatan pembersihan badan jalan menggunakan alat berat.
Namun, lantaran alat berat dan janji tersebut diatas tak kunjung direalisasikan serta merasa dipermainkan oleh pihak BKSDA, kekesalan warga kembali memuncak bahkan dengan tegas mengultimatum serta akan menggelar aksi demo ke kantor BKSDA.
Pewarta     : Renaldi/Nanang
Editor       : Do





