pensiljurnalis.my.id, Seluma – Visi – Misi Bupati dan Wakil Bupati Seluma, Erwin Oktavian, S.E dan Drs. Gustianto, Seluma melayani tercoreng oleh kelakuan nakal oknum Nakes IGD RSUD Tais yang menolak pasien mau berobat.
Insiden penolakan pasien pada Selasa petang (15/2/ ) oleh oknum petugas medis Instalasi Gawat Darurat ( IGD ) RSUD Tais menuai beragam kritikan dari netizen dan menambah daftar panjang terkait keluhan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Tais. Data terhimpun, hal serupa bukan kali pertama terjadi di rumah sakit yang menjadi kebanggaan masyarakat Seluma ini.
Ketegasan bupati ditunggu oleh masyarakat untuk memperbaiki pelayanan di rumah sakit dengan bangunan megah dan anggaran yang bergelimang ini. Jargon “Seluma Melayani” jangan sampai hanya sebatas jargon untuk menarik perhatian masyarakat. Jargon Seluma Melayani harus diwujudkan dan dirasakan oleh masyarakat yang telah mengantarkan Bupati dan Wakil Bupati Seluma ke kursi empuk gedung putih 2019 lalu.
Beragam komentar disampaikan masyarakat di media sosial terkait pemberitaan media atas insiden penolakan pasien ini. Pelayanan di RSUD Tais telah sejak lama menjadi keluhan, sehingga tindakan tegas harus diambil oleh Bupati Seluma untuk memperbaiki pelayanan ini.
” Bagaimana pak bupati, kebijakan anda. Non aktifkan saja itu pak bupati,” komentar salah satu netizen, akun bernama Afrizal Effendi di halaman komentar menuju Pilbup Seluma, pagi ini (16/2/2022).
“Berikan sanksi tegas pak bupati, tunjukan jika Seluma memang alap dan melayani masyarakat,” tulis akun Indalnasansahrj Oj di halaman Grup Berita Kabupaten Seluma.
Tak lama mengetahui insiden penolakan pasien ini memang langsung ditanggapi oleh Pemkab Seluma. Bupati langsung memerintahkan Sekda, H. Hadianto untuk sidak. Untuk sanksi belum dilakukan, masih akan mencari oknum yang melakukan penolakan tersebut.
“Kita akan cek dulu. Jika dia ASN maka akan diberikan teguran keras. Kalau dia bidan atau perawat PTT akan diberikan surat peringatan ( SP ) satu,” sampai Hadianto, saat sidak ke RSUD Tais Selasa (15/2 ) malam.
Dari kejadian ini beranikah Pemda Seluma bertindak tegas seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kota ( Pemkot ) Bengkulu pada kejadian serupa, selang beberapa hari adanya kasus penolakan pasien salah satu Puskesmas di Kota Bengkulu, Walikota Helmi Hasan langsung memecat yang bersangkutan. tujuannya untuk memperbaiki pelayanan. yang pasti saat ini Jargon Seluma Melayani dipertaruhkan. Jadi kita tunggu saja. ( Red ).





