pensiljurnalis.my.id, Kepahiang – Siapa yang tidak kenal dengan ragam produk Kopi yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu.
Prospek bisnis komoditas perkebunan dengan sentra areal tanam yang tersebar di Kecamatan Bermani Ilir, Lumbung pertanian tersebut semakin menjanjikan. Hal itu dibuktikan dengan tingginya permintaan pengiriman kopi ke luar Kabupaten, Baik lokal, nasional bahkan internasional.
Dari segi kualitas, jangan ditanya. Kopi bercita rasa istimewa terbukti tidak kalah enaknya jika dibandingkan dengan produk Kopi bermutu tinggi lainnya. Berkat keotentikan rasa itu juga yang kemudian yang mengantarkan Kelompok Tani (Poktan) Desa Air Raman, Kecamatan Bermani ilir meraih Juara ke-3 dalam Kontes kebun Kopi terbaik di kabupaten Kepahiang.
Dalam kompetisi yang dihelat oleh Pusat Penelitian Kopi, produk Kopi yang dibudidayakan oleh petani kopi tersebut berhasil unggul untuk kategori Arabika Natural.
Sehingga berhak memperoleh uang pembinaan senilai Rp 2 Juta. Kemenangannya diperoleh setelah terlebih dahulu bersaing dengan sampel Kopi dari kecamatan lain,kontestan lainnya dalam kategori yang sama.
Tentunya, prestasi yang membanggakan tersebut mendapat respon positif dari Penjabat di lingkungan kabupaten kepahiang yaitu Bupati H. Zurdi Nata, S.ip dan dinas pertanian Seperti yang diungkapkannya kepada Tim Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan dalam pernyataannya berikut ini.
“Ternyata Kabupaten kepahiang kaya sumber daya hayati. Termasuk Kopi dengan banyak varitas yang kualitasnya sangat baik. Tentunya, selamat kepada Poktan Sekar Arabika yang meraih Juara 3 harapan Kontes Kopi Spesialiti Indonesia tahun ini. Terus maju, berkarya dan berinovasi,” pesannya.
Lebih lanjut, Ir. Taufik Kepala Dinas Pertanian Kepahiang, salah satunya menitipkan beberapa pesan pentingnya kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten kepahiang sebagai pengampu dan pembina Poktan Kopi. Termasuk lebih mengoptimalkan pendampingan, terutama pasca panen.
“Saya berharap, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bisa lebih memaksimalkan kegiatan sertifikasi produk pertanian dan perkebunan, terutama Kopi. Sehingga citarasa khas Kopi kita akan semakin dikenal penikmat kopi internasional. Tidak kalah pentingnya juga, mendukung perluasan marketplace,” tuturnya dengan optimis.
Diketahui, dari 523 sampel kopi yang masuk seleksi, sebanyak 20 sampel dari 4 kategori terpilih setelah dilewati yang begitu ketat oleh tim penilai/ tim cuping dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka). Ada juga tim juri tingkat kabupaten dan Provinsi.
Di sisi lain kepala Desa Air Raman Lois Alpedo, S.E, mengucapkan terimakasih kepada BPP kecamatan Bermani ilir dan Edi Silamat, yang sudah membantu berpartisipasi dan berkontribusi, sehingga dapat meraih juara tersebut.
“saya berpesan apapun pekerjaanmu selagi kita niatkan dan bersungguh-sungguh, in sya allah membuahkan hasil. Semoga ini bisa jadi motivasi masarakat luas.” singkat Kades.
Pewarta    : Rahdianto
Editor      : Do





