pensiljurnalis.my.id, Kepahiang – Semenjak adanya Monumen Pasar malam menjadi salah satu kunjungan masyarakat Kabupaten Kepahiang dan sekitarnya. Pada momen liburan Senin (19/8) malam, taman ini banyak dikunjungi masyarakat dikarnakan adanya pasar malam yang terletak di lokasi taman kota kabupaten Kepahiang tersebut.
Beragam wahana permainan disajikan di taman satu ini, pengunjung bebas bermain dan membayar tiket puluhan ribu rupiah. Namun cukup disayangkan, taman yang dibangun kabupaten ini dikotori oleh sampah yang dibuang oleh oknum pengunjung yang tak bertanggung jawab.
Sampah itu dibuang sembarangan disekitar taman, ada yang dibuang didekat tanaman bahkan sampah pun berserak di saluran air yang ada di taman tersebut. Hal tersebut dikeluhkan oleh para pengunjung.
“Duh masih banyak pengunjung yang buang sampah sembarangan dan tidak mementingkan kebersihan,” kata Juju (23) salah satu pengunjung asal tebat monok.
Juju menyayangkan hal tersebut, sebagai sesama pengunjung dia berharap untuk saling menjaga kebersihan.

“Ya, yang pasti ini sampah sesama pengunjung. Ya saya mau saling jaga kebersihan, kalau bawa makanan kesini, berarti sampahnya harus dibuang kalau enggak bawa lagi pulang,” ujar Juju.
Juju menyebut, masalah kebersihan mestinya tidak harus diingatkan lagi, karena itu sudah kewajiban bersama sebagai pengunjung.
“Ya balik lagi ke dirinya masing-masing, kalau masih buang sampah sembarangan berarti dia emang gak suka kebersihan,” tambahnya.
Dari penelusuran awak media ini dilapangan, persoalan yang terjadi tak hanya sampah, keberadaan pedagang kali lima (PKL) yang ada di kawasan tersebutpun tak teratur. Bahkan banyak gerobak yang jualan di kawasan taman sehingga membuat kondisi taman kumu yang kesannya pedagang di pasar malam ini tidak perduli mementingkan kebersihan dan hanya mementingkan keuntungan.
Sementara itu, sampai berita ini diterbitkan, keadaan taman di kota kabupaten Kepahiang ini masih berserakan sampah, pihak pengelola pasar malam dan pemerintah daerah (red, Instasi terkait, DLH dan Kebersihan Kepahiang) sampai saat ini masih terkesan tutup mata dan belum ada tindakan.
Pewarta : Hardianto
Editor   : pensiljurnalis





