BerandaNusantaraKabupaten SelumaMengurai Curhat Guru ASN Seluma yang Viral, Ternyata Posisi Kosong Diisi oleh...

Mengurai Curhat Guru ASN Seluma yang Viral, Ternyata Posisi Kosong Diisi oleh Guru Lulusan PPG

pensiljurnalis.my.id, Seluma – Isu pemindahan tugas seorang guru Aparatur Sipil Negara di SDN 82 Seluma yang sempat viral di media sosial TikTok bernama Amilussaudi, akhirnya menemui titik terang. Setelah melakukan penelusuran mendalam di lapangan, media pensiljurnalis berhasil membongkar kekeliruan informasi terkait tuduhan adanya guru honorer yang sengaja dimasukkan untuk menggusur posisi guru senior tersebut.

Berdasarkan penelusuran kepada pihak terkait, guru baru yang dituduhkan tersebut memberikan penjelasan langsung mengenai statusnya kepada media. Ia menjelaskan bahwa dirinya bukanlah tenaga honorer biasa, melainkan seorang pendidik resmi lulusan Program Pendidikan Profesi Guru atau PPG. Kehadirannya di sekolah tersebut didasarkan pada penempatan resmi kedinasan, bukan melalui perekrutan subjektif oleh pihak sekolah.

Kronologi di lapangan mengungkapkan bahwa kejadian bermula pada tanggal 30 September saat guru lulusan PPG tersebut dikabari oleh pihak operator dan kepala sekolah tempatnya mengajar semula, yakni di SDN 181 Seluma. Secara sistem, statusnya tiba-tiba berubah dari guru kelas menjadi tenaga kependidikan atau tendik.

Perubahan ini terjadi karena adanya kebijakan dinas terkait pemerataan guru PNS dan P3K yang masuk ke sekolah tersebut. Akibat statusnya berubah menjadi tendik, tunjangan sertifikasi profesi guru yang bersangkutan terancam tidak dapat dicairkan karena tidak memenuhi syarat jam mengajar.

Didorong kondisi tersebut, guru PPG ini berinisiatif mencari informasi mengenai sekolah lain yang masih membutuhkan formasi guru kelas. Dari penelusuran informasi itulah diketahui bahwa ada seorang guru PNS dari SDN 82 Seluma, yakni Amilussaudi, yang dimutasi ke SDN 181 Seluma. Perpindahan tersebut otomatis membuat formasi jam mengajar di SDN 82 Seluma menjadi kosong.

Guru PPG tersebut kemudian langsung menghubungi pihak sekolah SDN 82 Seluma untuk mengonfirmasi kekosongan tersebut. Mengingat formasi yang ditinggalkan sangat linier dengan latar belakang pendidikannya sebagai lulusan PGSD yang telah bersertifikasi, ia segera mengurus administrasi agar bisa mendapatkan jam mengajar di sekolah tersebut demi menyelamatkan hak sertifikasinya.

Situasi sempat melahirkan momen emosional pada hari Sabtu saat guru PPG tersebut mulai masuk dan diperkenalkan di SDN 82 Seluma. Di hadapan para guru, ia diminta untuk memperkenalkan diri sebagai pengajar baru, sementara Amilussaudi yang akrab disapa Pak Udi diminta untuk berpamitan demi menempati tempat tugasnya yang baru di SDN 181 Seluma.

Namun, dalam momen perpisahan tersebut, Amilussaudi menyatakan keberatan untuk pindah dengan alasan kemanusiaan karena harus merawat anaknya yang sedang sakit.

Terkait dengan polemik yang viral di media sosial, guru PPG tersebut menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niat untuk mengganggu posisi orang lain.

Bahkan menurutnya bahwa Pak Udi sebenarnya sudah mengetahui bahwa data penempatannya telah dimutasi ke sekolah asal tempatnya mengajar.

“Apakah salah sebagai guru yang masih honor saya mencari jam mengajar? Toh saya tidak mengganggu siapa-siapa. Karena bapak itu memang sudah dimutasikan dan memang namanya tidak ada lagi di SDN 82 Seluma sehingga di sekolah itu kosong,” tegas guru PPG tersebut.

Dijelaskannya juga bahwa saat ini keberadaannya di sekolah baru memang sedang dalam proses penarikan dan pemindahan data secara resmi.

Di sisi lain, terkait dengan pernyataan dalam video curhatannya yang beredar, Amilussaudi menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki tendensi lain di luar profesinya. “Saya sama sekali tidak terlibat dalam lingkaran politik atau kelompok mana pun,” Pernyataan tersebut sekaligus mengisyaratkan dugaan dari dirinya bahwa keputusan pemindahan tugas yang menimpanya ditengarai oleh dinamika non-teknis di luar urusan kedinasan pendidikan.

Meski demikian, dugaan itu tampak kontradiktif dengan fakta lapangan yang menunjukkan bahwa pergeseran posisi mengajar terjadi secara alamiah demi mengisi ruang kelas yang kosong.

Dengan runtutan fakta yang diungkap oleh pensiljurnalis ini, narasi liar yang beredar di media sosial mengenai adanya penyingkiran guru ASN demi memberikan tempat bagi guru honorer resmi terbantahkan secara kronologis.

Dinamika perpindahan ini murni merupakan penyesuaian administrasi kedinasan akibat pergeseran posisi mengajar di lapangan demi menjaga stabilitas pembelajaran di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Seluma.

 

Pewarta            : Redaksi/Renadli

Editor                 : Do

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

spot_img
spot_img

Recent Comments