” Harusnya kan discreening dulu punya riwayat penyakit atau tidak, tapi malah langsung disuntik vaksin,” ujar Alim.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Rudi Syawaluddin saat dikonfirmasi mengaku sebelumnya saat ditanya petugas, almarhumah tidak mengakui punya riwayat penyakit. Saat diperiksa tensi darah juga normal dan layak divaksin.
Namun belakangan diketahui almarhumah memiliki penyakit pembengkakan jantung yang sudah menahun tapi tidak diketahui atau tidak terpantau.
” Pada saat di RSUD Tais hasil pemeriksaan laboratorium gula darah sementara (gds) 75 (rendah) hifoglikemi, trombosit rendah (gejala DBD), eritrosit tinggi (menandakan ada infeksi) menegaskan sesak hebat, jadi hasil rontgen terjadi pembesaran jantung menandakan penyakait jantung sudah lama dan menahun”. Terang Rudi Syawaluddin.
Sumber : Rbtvcamkoha.com
Editor : Redaksi pensiljurnalis.my.id


