BerandaHeadlineLangganan Banjir, Warga Anggap Pemkab Seluma dan Pemprov Bengkulu Buta dan Tuli

Langganan Banjir, Warga Anggap Pemkab Seluma dan Pemprov Bengkulu Buta dan Tuli

Seluma – Hingga saat ini beberapa titik rawan banjir di Kabupaten Seluma, belum ada upaya penanggulangan baik dari Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Seluma maupun Pemerintahan Provinsi ( Pemprov ) Bengkulu. Jum’at ( 08/10)2021 ).

Masyarakat yang berada disekitaran titik rawan banjir pun saat ini tampak sudah lelah dan mulai enggan membicarakan tentang banjir. pasalnya, walaupun sudah diusulkan dan setiap banjir pemberitaan di Media TV lokal maupun Nasional, Media Koran dan Media Online sili berganti tayang. baik pemerintah Daerah Kabupaten Seluma maupun Pemerintah Provinsi Bengkulu seolah-olah Buta dan Tuli akan hal tersebut.

” Mungkin sudah Buta dan Tuli, atau Mungkin menunggu banyak kerugian dan banyak menelan korban jiwa dulu baru dianggap darurat dan ada tanggapan serta tindakan. atau mungkin menunggu Desa dan penghuninya lenyap tersapu banjir dulu.” Ketus Andi Wijaya, salah satu tokoh masyarakat Desa Rawa Indah, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma. kepada awak media online pensiljurnalis.my.id

Disampaikan Jaya, perkataannya tersebut dilontarkan nya bukan tanpa alasan, sebab banjir yang melanda titik rawan banjir di Kabupaten Seluma selalu terjadi setiap tahun ketika memasuki musim hujan. dirinya menganggap Banjir yang melanda sudah termasuk banjir langganan, bahkan menurut nya ada kalanya dalam seminggu itu terjadi dua kali mengalami banjir yang cukup besar. walaupun hampir setiap tahun digembang gemborkan akan dibangun terkhusus jalan-jalan yg terdampak banjir, tapi sayang itu cuma janji palsu dan isapan jempol belaka.

” Dari dulu sampai sekarang, seperti itulah keadaan nya, belum ada satupun pemegang amanah masyarakat, baik dari Kabupaten maupun Provinsi yang menanggapi. atau harus menunggu dekat pemilihan dahulu, untuk dijadikan alat kampanye. buat panggung politik, sudah itu koar-koar, inilah itulah.” Sampainya, seraya berpola bergaya orang sedang berpidato.

” Kami warga yang ada di sekitaran titik rawan banjir itu juga merupakan warga Kesatuan Negara Indonesia ( NKRI ), bukan warga Negara Asing yang datang dan sekedar menumpang, masa hal seperti itu harus ada gejolak terlebih dahulu baru di tanggapi.” Kesal Andi Wijaya. ( Do )

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

spot_img
spot_img

Recent Comments