Seluma – Pembagian Bantuan Tunai Langsung ( BLT ) yang bersumber dari Dana Desa ( DD ) untuk membantu masyarakat dampak dari Virus Corona tahun 2021 Desa Rawa Indah terus bergulir, walaupun keputusan penetepan calon penerima manfaat sudah diatas namakan berdasarkan musyawarah relawan desa, namun diduga pemilihan calon penerima manfaat masih ada indikasi pilih kasih, hal itu disampaikan oleh Suli Hasan Ketua LSM Andalas Corruption Word ( ACW ) provinsi Bengkulu kepada Awak Media pensiljurnalis.my.id

” Saya menduga penetapan calon penerima manfaat Desa Rawa Indah masih ada dugaan pilih kasih, sebab kalau berdasarkan kriteria yang ditetapkan tidak mungkin lansia yang sudah sakit-sakitan dihapus dari daftar penerima bantuan BLT DD seperti yang dialami Hartini ( 60 ) RT 11, sedangkan sebelumnya dia menerima ” Sampainya
Menurut Suli, kliennya tersebut sangat pantas untuk mendapatkan bantuan BLT DD, karena selain sudah lansia, kliennya juga mengidap penyakit yang sudah sangat lama dideritanya oleh sebab itu dirinya akan mencari pembenaran ke PMD Seluma dan Aparat Penegak Hukum ( APH ) lainnya
” Secepatnya saya akan mencari pembenaran dahulu kepada instansi terkait dan APH, sebab disegi kriteria klien saya sudah sangat masuk, saya sudah mencari info kebenaran dilapangan kalau di penetepan penerima ada dugaan indikasi pilih kasih karena ada penerima yang dapat diluar kriteria ” Tegasnya
Sebelumnya PJS Kepala Desa Rawa Indah Arpan, S.E sudah ada dikonfirmasi, pada saat itu bliau mengatakan akan melakukan pertemuan dan rapat ulang dengan Relawan Desa untuk membahas keluhan masyarakat tersebut, namun pada konfirmasi kedua melalui via WhatsApp terkait keluhan masyarakat tersebut, Ia mengatakan bahwa keputusan penetapan penerima sepenuhnya melalui musyawarah relawan desa.
” Mohon Maaf pak, untuk sementara data itu selaku pemerintahan desa kami tidak berani mengambil kebijakan, karena semua itu sudah berdasarkan keputusan bersama relasi relawan desa, sewaktu rapat semuanya dihadirkan, termasuk pendamping desa, selaku pihak desa bukan kami diktator, tetapi itu hasil rapat relasi relawan desa ” katanya (Â Do )





