pensiljurnalis.my.id, Seluma – Meski acap kali ditegur, tampaknya Direktur RSUD Tais, belum mampu merubah dan mengikuti program “Seluma Melayani” yang selalu digaungkan oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati Seluma, lantaran masih banyak keluarga pasien yang menyampaikan keluhan terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak RSUD Tais. Selasa (23/8/2023).
Hal ini diungkapkan oleh Tomianto, salah seorang Anggota Komisi 2 DPRD Seluma. Dikatakannya, dirinya selalu mendapatkan keluh kesah dari keluarga pasien, meskipun pihak RSUD Tais sudah dan sering diingatkan terkait pelayanan dan penanganan pasien yang akan berobat, tetapi selalu ada keluhan yang disampaikan masyarakat ke DPRD Seluma. Selasa (23/8/2023).
“Jadi tolong ini menjadi perhatian pihak RSUD Tais. Benahi lagi pelayanan ini, ke depan jangan lagi ada keluhan dari pasien terhadap pelayanan ini,” tukas Tomianto.
Tomianto menerangkan, anggaran yang digelontorkan ke RSUD Tais setiap tahunnya di APBD tidak sedikit, semua biaya yang dibebankan pada pasien harus jelas sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Seperti belum lama ini, ngantar pasien ke Kelurahan Puguk menggunakan ambulance. Oleh pihak RSUD dipintai biaya Rp 600 ribu, jadi saya pertanyakan aturan tarif ambulance ini,” sampainya.
Disampaikannya, terbaru juga ada warga yang mengalami kecelakaan, namun langsung dirujuk ke RSMY Bengkulu, sebelum mendapatkan perawatan.
“Ini harus dibenahi, pak bupati jangan diam menyikapi ini. Program Seluma melayani tercoreng dengan pelayanan RSUD Tais ini,” tandasnya.
Harapannya, ke depan tidak ada lagi keluhan terhadap pelayanan RSUD Tais ini. dIa meminta semua bidang melakukan pelayanan yang prima, sesuai dengan SOP yang ada.
“Kami akan terus pantau ini. Jika ini terus berlanjut, kita cut dulu anggarannya. Percuma dianggarkan jika masih banyak keluhan dari masyarakat,” ucapnya.
Sampai berita ini diterbitkan, Direktur RSUD Tais dr Raden Sanata belum bisa dimintai tanggapan terkait hal ini. Bahkan beberapa kali awak media mencoba konfirmasi langsung ke RSUD Tais, yang bersangkutan tak berada di tempat, sementara pada saat dihubungi via telepon dan whatsapp belum di dapat jawaban. (Red/Do).





