pensiljurnalis.my.id, Seluma – Kepolisian Resor Seluma bergerak cepat melakukan pengumpulan bahan dan keterangan terkait isu viral di media sosial mengenai sejumlah kendaraan yang mengalami gangguan mesin usai mengisi Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite.
Langkah proaktif ini diambil merespons unggahan salah satu akun Instagram yang menyebutkan adanya kendaraan mogok di wilayah Seluma setelah melakukan pengisian BBM.
Berdasarkan hasil penelusuran mendalam di lapangan oleh Satuan Intelijen Keamanan Polres Seluma, gangguan mesin tersebut dipastikan tidak bersumber dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang beroperasi di wilayah hukum Kabupaten Seluma.
Dari hasil klarifikasi terhadap Jamil, pemilik Bengkel Mobil Mitra Jaya Motor di Desa Lubuk Sahung, Kecamatan Sukaraja, tercatat ada 10 unit kendaraan roda empat yang melakukan perbaikan sejak Kamis, 1 Oktober. Seluruh kendaraan mengeluhkan gejala serupa, yakni mesin brebet dan tertahan akibat adanya endapan menyerupai debu semen yang menyumbat saringan minyak pada tangki kendaraan.
Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut oleh pihak kepolisian, rata-rata pemilik kendaraan tersebut mengaku melakukan pengisian BBM di wilayah Kota Bengkulu, bukan di Kabupaten Seluma.
Salah satu konsumen bengkel bernama Khalidan, warga Jalan Padat Karya Hibrida Kota Bengkulu, mengonfirmasi bahwa kendaraannya mulai mengalami kendala brebet setelah mengisi BBM di Kota Bengkulu pada Minggu malam.
Gangguan tersebut dirasakan saat ia melakukan perjalanan menuju Kecamatan Semidang Alas Maras hingga akhirnya terpaksa dievakuasi ke bengkel di Desa Lubuk Sahung pada hari Senin.
Guna memastikan keamanan pasokan lokal, Polres Seluma juga telah memeriksa pengawas SPBU setempat. Pihak pengelola menegaskan bahwa pemeriksaan berkala selalu dilakukan dengan mengambil sampel langsung dari selang pengisian serta tangki pendam sebelum dipasarkan kepada masyarakat. Secara visual, BBM berada dalam kondisi jernih, terang, dan memiliki nilai massa jenis yang sepenuhnya memenuhi standar mutu operasional.
Selain itu, dari hasil pemeriksaan kepolisian, tidak ditemukan adanya endapan kotoran atau zat asing di dalam tangki penyimpanan setempat. Hingga saat ini, pihak pengelola di wilayah Seluma juga belum menerima satu pun laporan atau keluhan langsung dari masyarakat terkait kerusakan kendaraan pasca-pengisian bahan bakar.
Kapolres Seluma AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir secara berlebihan terkait peredaran isu tersebut karena pasokan BBM di Seluma dipastikan aman.
“Dari hasil penelusuran tim di lapangan, kualitas BBM di wilayah Seluma berada dalam kondisi baik dan aman sesuai standar. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir dan kami mengimbau agar tetap membeli BBM melalui SPBU resmi demi menjaga performa kendaraan masing-masing,” ujar Kapolres Seluma. Selasa (6/10/2026).
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat yang mengalami gangguan serupa agar segera melapor resmi sehingga dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut demi kenyamanan bersama.
Pewarta      : Redaksi/Renaldi
Editor        : Do





