pensiljurnalis.my.id, Seluma – Setelah mendapatkan informasi serta salah satu dari beberapa warga desa Penago Baru, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, teridentifikasi mengalami gejala demam tinggi, nyeri sendi, dan ruam yang khas dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Pemerintah Desa Penago Baru, setelah koordinasi dengan tim kesehatan Puskesmas Penago 2, hari ini Sabtu (8/8/2026) secara bersama-sama melakukan pengasapan atau fogging ke pemukiman-pemukiman warga sebagai respon cepat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Tak hanya rumah-rumah warga Fogging atau pengasapan ini dilaksanakan di berbagai titik yang diidentifikasi sebagai sarang nyamuk, termasuk lingkungan rumah warga dan tempat-tempat umum yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan vektor utama penyebar virus Dengue.
Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengurangi populasi nyamuk dewasa yang menjadi penyebab utama penularan penyakit DBD.

Kepala Desa Penago Baru Salikin, menyatakan bahwa tindakan ini diambil sebagai langkah darurat untuk mengatasi situasi yang semakin mengkhawatirkan.
“Kami telah menerima laporan beberapa kasus DBD di wilayah kabupaten Seluma Untuk itu, kami Sebagai pemerintah Desa Penago Baru langsung melakukan fogging guna memutus mata rantai penyebaran penyakit ini. Fogging ini diharapkan dapat menurunkan populasi nyamuk dewasa secara signifikan yang ada di desa Penago Baru ini khususnya,” ujarnya.
Selain fogging, pemerintah desa juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat dihimbau untuk menerapkan 3M Plus, yaitu Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat tempat penampungan air, Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, serta melakukan langkah tambahan seperti menggunakan obat anti-nyamuk dan memasang kelambu.
“Kebersihan lingkungan adalah kunci utama dalam mencegah DBD. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kita agar terbebas dari bahaya Demam Berdarah,” ujarnya
Konsep Palemahan yang menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan. Pemerintah Desa Penago Baru juga berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan penyakit.
Dengan tindakan cepat dan kerja sama masyarakat, diharapkan wabah Demam Berdarah di Penago Baru ini dapat segera terkendali. Pemerintah desa mengajak seluruh warga untuk tetap waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan lingkungan masing-masing.
“Mari bersama-sama kita ciptakan lingkungan yang bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit Demam Berdarah. Kerjasama dan kesadaran kita semua sangat diperlukan dalam menghadapi situasi ini,” Ungkap Kades Penago Baru Salikin.
Sementara itu, Senada dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Desa Penago Baru, Kepala Puskesmas Penago II, Meyzi Yunita Gustina, melalui wawancara via telpon whatsapp menyampaikan, selain kegiatan fogging, dalam memberantas penyebaran nyamuk demam berdarah peran aktif dari masyarakat juga menjadi kunci penting.
“Iya benar, setelah mendapatkan informasi dan hasil uji lab bahwa ada warga Penago Baru yang terjangkit DBD, hari ini bersama Pemdes Penago Baru kami melakukan fogging,” tandasnya.
“tetapi selain fogging, kami juga berharap banyak kepada warga Desa Penago Baru, untuk menjaga kebersihan lingkungan dan untuk menerapkan 3M Plus serta melakukan langkah tambahan seperti menggunakan obat anti-nyamuk dan memasang kelambu.” tukasnya mengakhiri.
Pewarta     : Renaldi
Editor       : Do





