BerandaHeadlineStop Paksa Giat Gotong Royong Di Desa Rawa Indah, Aksi Petugas BKSDA...

Stop Paksa Giat Gotong Royong Di Desa Rawa Indah, Aksi Petugas BKSDA Dikecam Warga

pensiljurnalis.my.id, Seluma – Setelah video dan berita petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang datang ke lokasi menyetop dan menghentikan kegiatan gotong royong di desa Rawa Indah, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma beberapa hari lalu beredar, baik warga desa Rawa Indah maupun warga sosial media berbondong-bondong mengecam aksi tersebut.

Kehadiran petugas BKSDA yang datang bak seorang pahlawan itu tidak hanya menyetop dan menghentikan niat tulus warga Rawa Indah, bahkan petugas BKSDA yang datang, dihadapan para warga dengan nada ancaman akan membaca aturan yang diduga bisa menyeret warga yang sedang gotong royong ke pidana.

Tentunya, warga sangat menyayangkan hal tersebut dan menganggap, aksi petugas BKSDA yang datang menghentikan kegiatan gotong royong di desa Rawa Indah itu sangatlah mencederai hati masyarakat dan terlalu berlebihan.

Seperti halnya yang disampaikan oleh Mel (red,sapaan) salah satu warga Kecamatan Ilir Talo, menurutnya seharusnya pihak BKSDA memberikan apresiasi atas perjuangan warga rawa indah yang telah membersihkan badan jalan pesisir lintas barat Provinsi Bengkulu (jalan Inggris) bukan menghentikan dan mengancam.

Dok//Istimewa : Gambar Screenshot Kepala Desa Rawa Indah (Kiri), Mantan Kepala Desa Rawa Indah (Tengah) Seketika Terdiam Pada Saat Petugas BKSDA (Kanan) Tidak Terima Penjelasan Dan Mengatakan Akan Membaca Aturan. Dengan Nada Nada seperti mengancam, “Bapak Tahu Pasalnya Kan.?, Nanti Kalau Saya Bacakan Nanti,” yang Seketika Terhenti Oleh Penyampaian Kades Rawa Indah. (Red/pensiljurnalis).

“kenapa masyarakat yang maun swadaya memperbaiki jalan yang sudah ada dilarang, apakah masyarakat dibiarkan terisolir dengan jalan rusak, kan ada bekas jalan, kecuali kalau dibuat badan jalan baru. Kalau kurang kerjaan dan tidak menemukan lahan yang diserobot temui saya biar saya tunjukkan,” tukasnya.

Sementara itu, pada postingan video, salah satu akun Facebook Marindo Suares, warga desa Rawa Indah, mengungkapkan rasa kekecewaannya. Dijelaskannya karena selain harus iuran untuk membeli bahan bakar, untuk mendatangkan alat berat yang digunakan untuk membersihkan badan jalan tidak lah mudah.

“kami sebagai warga khususnya warga Rawa indah dan penago baru sangat-sangat kecewa dengan keputusan petugas BKSDA, karna Bukan gampang kami untuk mendatangkan alat itu, kami butu waktu yang lama supaya alat itu bisa datang untuk membantu membersihkan jalan,” tegasnya.

Melalui sambungan telepon WhatsApp, setelah membeberkan kronologi tentang apa yang terjadi, Arpandi, Kepala Desa Rawa Indah, dengan tenang menghimbau warganya untuk tidak tersulut emosi.

Sebab menurutnya, kalau emosi tidak akan menyelesaikan masalah, dan ditakutkan akan memperburuk keadaan. Ia juga mengatakan, selaku kepala desa, Ia akan terus berjuang dan mencari solusi serta akan terus berupaya, termasuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“saya paham kekecewaan yang dirasakan oleh warga. Saya juga kecewa, tetapi semua harus diselesaikan dengan kepala dingin dan tidak cukup dengan emosi. Tetap tenang dan Berdo’a semoga kedepan mendapatkan solusi yang baik dan kegiatan gotong royong bisa kembali dilanjutkan.” singkatnya.

Pewarta           : Renaldi/Nanang

Editor               : Do

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

spot_img
spot_img

Recent Comments