Seluma – Menyikapi masih banyaknya keluhan masyarakat terhadap pelayanan di RSUD Tais, yang seyogyanya menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Seluma. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seluma meminta Bupati dan Wakil Bupati Seluma mengevaluasi manajemen RSUD Tais.
Nofi Eriyan Andesca, Ketua DPRD Seluma mengatakan masih banyak persoalan yang terjadi di RSUD Tais. Bukan hanya pelayanan, tetapi juga PAD yang selalu tidak jelas. Seperti di asumsi PAD 2022, RSUD Tais tanpa target sama sekali. Padahal potensi pendapatan di RSUD yang mengelola BLUD sangat besar.
” Saya sarankan ke bupati dan wabup, evaluasi kembali manajamen RUSD Tais ini. Tempatkan orang-orang yang tepat, yang benar-benar berkompeten,” kata Nofi.
Beliau juga mengungkapkan, kalau Pihaknya selalu menerima pengaduan masyarakat terhadap pelayanan di RSUD Tais. kata Nofi. Upaya untuk meningkatkan pelayanan juga telah dilakukan dengan melakukan sidak. Namun pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tetap tidak ada perubahan.
” Artinya memang tidak bisa diperbaiki. Rombak lagi manajemennya, ini solusi tepatnya,” tegas Nofi.
Lanjutnya, Kalau pelayanan beralasan ke anggaran, hal itu tidak masuk akal, karena Setiap tahun anggaran di APBD murni yang dikucurkan ke RSUD Tais sangat besar ujar mencapai Rp 5 miliar lebih. Untuk pembelian obat dan gaji honorer termasuk dokter spesialis yang dikontrak. Namun setiap masyarakat yang akan mendapat pelayanan, dokter yang di kontrak, dokternya banyak tidak ada di tempat.
“Kami akomodir anggaran sebesar itu tujuannya untuk memaksimalkan pelayanan. Namun nyatanya belum, pelayanan masih menjadi keluhan. Dikit-dikit rujuk, padahal semestinya bisa ditangani. Jadi mohon ini menjadi perhatian pejabat pembina ASN Seluma ini,” sampai Nofi.
Berbicara tentang asumsi PAD RSUD Tais yang Nol di tahun 2022, Nofi mengatakan kalau hal tersebut seperti ada unsur kesengajaan. Karena secara logika tidak mungkin lupa atau salah tulis. Dirinya juga mengatakan kalau masyarakat yang datang ke RSUD Tais tidak mungkin pasien yang menggunakan BPJS semua, pasti ada pasien umum yang artinya membayar cash.
” Ambulance saja kalau kita mau pakai harus bayar. Jadi lucu kalau tidak ada pemasukan. jangan ngakali lah,” kesalnya.
Sementara itu belum lama ini, ada informasi yang beredar, ada warga Kecamatan Seluma Selatan yang menggunakan ambulance RSUD Tais dikenakan biaya yang tidak masuk akal. dari RSUD Tais Ke RSUD M. Yunus ditarif Rp 1,4 juta. sedangkan Padahal penentuan tarif ambulance telah diatur dalam Perda.
” Kalau Pemkab Seluma masih tutup mata, berarti memang didukung. Jadi kita tunggu saja tindak lanjutnya,” pungkas Nofi. (Rlswarnabengkuku.id/ Red ).





