pensiljurnalis.my.id, Bengkulu – Memasuki babak baru, Hari ini Jum’at ( 28/1/2022 ) Penyidik Polda Bengkulu, Resmi menetapkan 3 orang unsur Pimpinan DPRD Seluma periode 2014-2019 sebagai tersangka Kasus dugaan korupsi dalam penggunaan dana rutin dan BBM di Sekretariat DPRD Seluma tahun anggaran 2018 yang ditangani Polda Bengkulu.
Ketiga tersangka itu adalah anggota DPRD Seluma. Ketiganya merupakan unsur pimpinan saat anggaran digunakan. Namun saat ini dua orang masih menjabat anggota dan unsur pimpinan, sementara seorang lagi sudah tidak aktif dan dia adalah mantan ketua DPRD Seluma.
Direktur Direskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Aries Andhi mengatakan, ketiga tersangka itu yakni berinisial HT, UL dan OF. Mereka berperan sebagai unsur pimpinan saat anggaran itu digunakan.
” Tindak pidana ini sudah bergulir dan sudah ada vonis. Hasil pengembangan, kita melakukan penyelidikan terhadap unsur pimpinan dan anggota DPRD Seluma. Hasilnya, tiga orang jadi tersangka,” ungkap Aries.
Aries mengatakan para tersangka disidik berdasarkan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
“Tidak dilakukan penahanan, namun akan segera dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. Selama ini kooperatif,” imbuhnya.
Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi di DPRD Seluma ini merupakan hasil pengembangan dari perkara serupa sebelumnya yang telah menjerat tiga pejabat di Sekretariat DPRD Seluma.
Berdasarkan hasil audit BPKP, kerugian negara dalam perkara ini lebih dari Rp 986 juta.
Para tersangka, yaitu HT duduk di DPRD Seluma dari Partai NasDem dan menjabat sebagai ketua DPRD kala itu.
Sementara UL kala itu politisi Golkar wakil ketua II sekaligus ketua umum salah satu perguruan karate di Bengkulu
Sementara OF saat itu menjabat wakil ketua I. Kini, politisi sekaligus ketua DPD Partai Gerindra Seluma ini hanya menjabat sebagai anggota. ( satujuang.com/ Red ).





