pensiljurnalis.my.id, Kepahiang – Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di Kabupaten Kepahiang resmi diliburkan sementara waktu. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Kepahiang mengambil langkah cepat dengan mengalihkan sistem belajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring akibat kepungan kabut asap kiriman dari provinsi tetangga yang kian pekat.
Kebijakan tanggap darurat ini mulai diberlakukan demi melindungi kesehatan ribuan siswa dari ancaman infeksi saluran pernapasan. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas Edaran Gubernur Bengkulu serta diperkuat oleh Berita Acara Hasil Pemeriksaan Kualitas Udara dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang.
Hasil uji klinis menunjukkan kualitas udara di wilayah Kepahiang sudah masuk kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS) kesehatan karena tingginya partikulat debu dan sebaran asap.
Berdasarkan surat rilis resmi yang dikeluarkan Dinas Dikbud Kepahiang, berikut adalah 5 poin instruksi utama yang wajib dijalankan oleh seluruh satuan pendidikan:
- Pengalihan Metode Belajar: KBM tatap muka di sekolah dihentikan sementara dan dialihkan sepenuhnya menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah di wilayah terdampak.
- Pelaksanaan Secara Daring: Teknis pelaksanaan PJJ wajib diselenggarakan secara penuh (full online) oleh guru dan pihak sekolah melalui platform digital.
- Rekap Absensi Harian: Kehadiran peserta didik selama masa belajar dari rumah wajib dipantau ketat dan direkapitulasi oleh guru setiap hari.
- Tugas Kedinasan Pegawai: Kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi tetap diwajibkan hadir di sekolah setiap hari kerja untuk mengendalikan jalannya PJJ dengan syarat wajib memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan.
- Imbauan Masker & Keselamatan: Seluruh warga sekolah dan masyarakat luas diimbau untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta membatasi paparan asap.
Pihak Dinas Dikbud Kepahiang menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas tertinggi yang tidak dapat ditawar.
Para orang tua murid diminta aktif mengawasi anak-anak agar tetap beraktivitas di dalam rumah dan memastikan komunikasi dengan pihak sekolah tetap berjalan intensif selama masa darurat kabut asap ini berlangsung.
Pewarta        : Redaksi/Rahdiyanto
Editor          : Do





