pensiljurnalis, Seluma – Guna mencegah potensi banjir dan luapan air di musim penghujan, Pemerintah Desa Rawa Indah, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma lakukan normalisasi parit sepanjang 1.500 meter pada Kamis (15/10/2026). Langkah ini diambil untuk meningkatkan kapasitas tampung saluran pembuangan utama di desa pesisir pantai tersebut agar tidak meluap ke permukiman warga dan jalan raya.
Pekerjaan pembersihan parit yang kerap disebut sebagai “Siring Ahak” ini berjalan secara optimal dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator. Bantuan fasilitas alat berat ini berhasil direalisasikan oleh Pemerintah Desa Rawa Indah melalui pengajuan proposal permohonan cuci saluran primer guna mengantisipasi dampak musim penghujan di wilayah tersebut kepada pihak perusahaan PT Agri Andalas.
Kepala Desa Rawa Indah, Arpandi, yang ditemui langsung oleh awak media online pensijurnalis di lokasi kegiatan, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pemenuhan kebutuhan infrastruktur desa ini.
“Saya mewakili seluruh masyarakat Desa Rawa Indah sangat berterima kasih atas terealisasinya bantuan alat berat untuk menormalisasi saluran air ini. Pembersihan siring ini sangat penting bagi kami guna mencegah terjadinya banjir di kala hujan mendatang,” ujar Arpandi.
Arpandi menambahkan bahwa pengerjaan dengan ekskavator ini berfokus pada pengerukan sampah, pembersihan limbah, serta perapian struktur tepi saluran sepanjang 1,5 kilometer. Selain sebagai pengendali banjir, normalisasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan desa yang jauh lebih bersih dan sehat.
“Pembersihan parit dari sampah dan limbah ini secara otomatis akan mengurangi risiko munculnya sarang penyakit dan menghilangkan bau tidak sedap di sekitar permukiman,” tambahnya.
Di akhir wawancara, Arpandi juga memberikan imbauan tegas kepada seluruh warganya untuk bersama-sama menjaga infrastruktur drainase alami yang sudah dibersihkan tersebut agar fungsinya tetap terjaga dalam jangka panjang.
“Perlu saya sampaikan dan ingatkan kepada seluruh warga, setelah siring ini diperbaiki mari kita jaga bersama. Dilarang keras membuang sampah ke dalam aliran siring. Warga juga tidak diperbolehkan menanam tanaman keras pohon kelapa dan kelapa sawit di sepanjang bantaran siring agar tidak menyumbat aliran air, merusak struktur parit, atau memicu genangan air kembali,” pungkas Arpandi.
Pewarta       : Redaksi/Renaldi
Editor         : Do





