pensiljurnalis.my.id, Seluma – Seorang Perempuan yang diketahui bernama Isyati (60), Warga Dusun Swadaya Desa Sidosari, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia area kebun sawit yang berjarak sekitar 50 meter dari jalan penghubung Desa Sidosari menuju Desa Sidoluhur.
Berdasarkan keterangan Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan, SIK.MIK melalui Kapolsek Sukaraja, Iptu Wulan Rachmawati, STrK, penemuan jenazah bermula pada saat tiga orang warga pekerja kebun yakni Jamal (41), Adi Hartono (32) dan Jumakir (32) melintasi jalan tempat jenazah sekitar pukul 13.00 WIB, bermaksud untuk memanen buah sawit milik Sujono.
“Saat sampai di lokasi, para saksi melihat seorang perempuan dalam posisi telungkup. Mereka sempat memanggil korban beberapa kali, namun tidak ada respons. Para saksi kemudian menunggu dan menghidupkan sepeda motor dengan harapan korban terbangun, namun tetap tidak ada reaksi,” ujar Kapolsek.
Karena korban tidak juga menunjukkan tanda-tanda kehidupan, para saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Sidoluhur, Sutrisno, sekaligus menginformasikannya kepada warga sekitar.
Tak lama kemudian, warga berdatangan ke lokasi. Salah seorang warga mengenali korban, yang rumahnya berjarak sekitar 500 meter dari lokasi penemuan. Sehingga langsung segera memberitahukan kabar tersebut kepada pihak keluarga.
Mendapat laporan, personel Polsek Sukaraja bersama Tim Inafis Polres Seluma langsung menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah proses identifikasi awal selesai, jenazah dievakuasi menggunakan mobil patroli Polsek Sukaraja menuju rumah duka.
Di rumah duka, Tim Inafis Polres Seluma yang dipimpin Kaur Identifikasi, Aipda Arysandi H dengan didampingi Kepala Desa Sidosari Sumardi dan Bidan Desa Fitri Ramayanti, STr Keb kembali melakukan pemeriksaan terhadap jenazah.
“Hasil identifikasi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Iptu Wulan.
Kapolsek Sukaraja juga menambahkan, pihak keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi karena telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Keputusan itu diambil setelah mendapat penjelasan dari Tim Inafis bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Atas permintaan keluarga, jenazah tidak dilakukan visum ataupun autopsi. Keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan membuat surat pernyataan penolakan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Usai proses identifikasi selesai, pihak keluarga langsung melakukan proses pemakaman terhadap jenazah. Jenazah kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.
Sebelum mengeluarkan pernyataan tersebut, dengan penuh kehati-hatian pihak Kepolisian telah melakukan seluruh prosedur penanganan, mulai dari mendatangi TKP, memeriksa para saksi, melakukan identifikasi jenazah hingga membuat laporan polisi.
Pewarta      : Renaldi
Editor         : Do





