pensiljurnalis.my.id, Seluma – Guna memastikan ketepatan sasaran dan kepatuhan tata kelola, Dinas pertanian dan Perkebunan Kabupaten Seluma, hadiri undangan Monev yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyelenggarakan Pertemuan Pembinaan, Pemantauan, dan Evaluasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PKSP) Tahun 2026 Gelombang II.
Melalui sambungan pesan singkat Whatsap, Arian Sosial, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Seluma, menyampaikan, Agenda krusial ini diikuti oleh dinas perkebunan dari berbagai daerah serta sejumlah lembaga pekebun penerima manfaat program.
Pertemuan Gelombang II ini difokuskan untuk mengevaluasi progres fisik lapangan yang sudah terealisasi selama ini. Tentunya Hal ini juga mencakup pemantauan kegiatan pembersihan lahan (tumbang chipping) hingga realisasi penanaman benih unggul kelapa sawit.
Langkah pembinaan dan pengawasan berjenjang ini merupakan implementasi nyata dari amanat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 05 Tahun 2025 yang mewajibkan monitoring ketat agar pekebun mampu menerapkan praktik budidaya terbaik (Good Agricultural Practices).
Lewat evaluasi berkala ini, pemerintah berkomitmen mengurai kendala administratif dan lapangan, seperti pemenuhan aspek legalitas lahan, demi mempercepat tercapainya target peremajaan kelapa sawit nasional.
Selain itu kata Arian Sosial, rakor monev kegiatan peremajaan sawit rakyat yang di laksanakan di Kota Bogor itu juga merupakan sinkronisasi permasalahan atau hambatan” kegiatan secara nasional,,
“inti kegiatan tersebut tak lain untuk mendukung program pemerintah untuk menuju ketersediaan BBM – B 50 serta meningkatkan kesejahteraan petani perkebunan,” singkatnya.
Pewarta : Renaldi
Editor : Do





