pensiljurnalis.my.id, Kepahiang – Lantaran cemburu, seorang remaja putri berinisial ZA (17) tahun salah satu warga Kabupaten Kepahiang, diduga tega menyiram wajah/muka teman (korban) berinisial R (15) pelajar SMP dengan air mendidih. Minggu (7/4/2024).
Hal tersebut diungkapkan kakak korban berinisial BP (23) saat melaporkan kejadian naas yang dialami sang adik tersayang ke Mapolres Kepahiang.
BP menerangkan, kronologi kejadian berawal dirinya mendapat telepon dari atasan tempatnya bekerja, yang menyampaikan bahwa adiknya R disiram air panas oleh temannya dan dirawat di Tari Medical Klinik yang terletak di Kelurahan Pasar Ujung Kepahiang.
“Saya dapat telepon dari Bos bahwa adik saya disiram air panas, selanjutnya saya menuju klinik Arbi, ternyata kulit adik saya mengalami luka bakar, karena tidak senang saya langsung melaporkan peristiwa yang dialami adik saya ini ke Polres Kepahiang, Agar terduga pelaku mendapat hukuman yang setimpal,” sampainya.
Dilanjutkan, Saat ini kondisi korban berinisial R masih terbaring lemah, ia menjalani pengobatan alternatif dari rumah setelah mendapatkan perawatan medis dari klinik Tari Medical.
Pasca peristiwa yang dialaminya R saat ini trauma atas apa yang dilakukan terduga pelaku, tak hanya hal tersebut yang membuat R semakin trauma kalau terduga pelaku tak henti mengirim pesan chat dan via telpon WhatsApp dengan kata-kata kasar dan mengancam.
Berikut beberapa isi chat dari terduga pelaku kepada korban dengan menggunakan dialeg daerah beserta terjemah bahasa Indonesia:
P (pukul 05:42)
Dtng kini ap ndk aku cari? (pukul 05:43) : (datang sekarang apa mau aku cari)
Panggilan suara tak terjawab (pukul 05:45)
Baco cht aku (pukul 05:45) : (baca chat aku)
Ndak cari elok ap ckmn? Aku dk yakut di pisum (pukul 05:45) : (mau cari baik atau gimana.? aku tidak takut di pisum)
Datang kini apo ndak aku seret kau? (pukul 05:45) : (datang sekarang apa mau aku seret kamu).
Dari keterangan R, diceritakannya bahwa ia memiliki teman remaja laki-laki dan sering juga berkomunikasi melalui pesan WhatsApp, ternyata remaja laki-laki ini adalah pacar terduga pelaku ZA (17). Akibat sering berkomunikasi inilah sehingga terduga pelaku cemburu.
Hingga saat hari naas itu tiba ZA dan Sepupunya AU yang merupakan teman sekolah R Menghubunginya melalui WhatsApp untuk bertemu, untuk meluruskan permasalahan, lantas Rmenyetujui keinginan ZA untuk bertemu.
“Pagi Kamis itu saya sedang dirumah teman di Desa Permu. Menerima chat dari ZA untuk bertemu. Akhirnya teman sekolah saya menjemput saya menggunakan motor kami bonceng tiga dibawa ke sebuah rumah di Sidodadi, diminta membuat surat ditandatangani diatas materai hingga saya disiram air panas,” jelas R.
Dengan mata berkaca-kaca R juga kembali menceritakan bahwa usai disiram air panas ZA masih mengancam dirinya dengan senjata tajam agar tidak kabur.
“Dia bilang, muka kamu belum hancur, awas kamu lari aku bunuh kamu. Posisinya saat itu dia (ZA) mengeluarkan senjata tajam,” terang rina.
Dengan menahan rasa Sakit R menghubungi temannya yang bernama Yoga melalui pesan WhatsApp agar menolong dirinya. Saat itu ZA sedang merebus kembali air panas sehingga ada kesempatan Rina untuk kabur.
“Saat ZA kembali merebus air panas Yoga datang dan membawa saya ke klinik,” tutup R. (Anto).





