pensiljurnalis.my.id, Seluma – Su (53) warga Kelurahan Talang Saling, Kecamatan Seluma, Kamis (16/12) malam dijemput paksa unit PPA Polres Seluma dikediamannya, terduga pelaku ditangkap atas laporan dugaan pencabulan sebut saja kuntum (13) anak dibawah umur, warga Kecamatan Seluma.
Kabag Ops AKP. Yudha Setiawan, didampingi Kasat Reskrim Iptu Dwi Wardoyo pada konferensi pers hari ini Rabu ( 21/12/2022 ) mengatakan, penangkapan terhadap tersangka ini, setelah orang tua korban melaporkan peristiwa yang dialami anaknya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Seluma.
Diterangkannya, perbuatan cabul yang dilakukan tersangka terhadap korban sebanyak 4 kali, dibawah pohon di taman ( Patung Kuda ) Komplek Rumah Dinas Bupati Seluma, di Bendungan Seluma, dibelakang ruko taman simpang enam, kemudian di lokasi Pantai Pasar Seluma.
“modus pelaku mengajak korban jalan-jalan, dengan iming-iming mengajari memakai sepeda motor, pada saat itulah tersangka memaksa korban melakukan pemerkosaan”. sampainya.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan Pasal 76 D UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 81 Ayat (1) dan (2) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan PERPU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sub Pasal 76 E UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 82 Ayat (1) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016 tetang perubahan kedua UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
“tersangka kita kenakan pasal tersebut diatas dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara”, tutupnya, sembari menyampaikan Sejumlah barang bukti berupa hasil visum, pakaian korban yang dikenakan saat kejadian telah diamankan.
Sementara itu, menurut keterangan pelaku selama ini sebelum melakukan pencabulan, dirinya menjemput korban dikediaman korban. kepada awak media dia mengaku kalau dirinya khilaf dan perbuatannya yang dilakukannya sebanyak 4 kali dalam kurun waktu satu bulan.
“dijemput dirumahnya, waktu sebelum pergi pamit sama ibu dan neneknya” jawabnya saat dipertanyakan awal pertama kali dirinya sebelum pergi melancarkan aksi bejatnya kepada korban. ( Do ).





