Lanjutnya, salah satu tokoh masyarakat terkemuka di Dapil I itu menyampaikan, dengan adanya pekerjaan itu yang sudah hancur lagi, ada sekitar kurang lebih 800 hektar persawahan yang mulai digarap terancam gagal menanam padi dan gagal panen.
” Dengan adanya pekerjaan yang hancur itu, pasti nanti mereka akan melakukan pengeringan lagi dengan alasan perbaikan. kami yang saat ini sudah memulai membajak sawah, dan sebagian sudah ada yang menyemai padi pasti akan mengalami kerugian. apabila itu terjadi, kami akan menuntut pihak proyek, karena cukup selama ini kami dirugikan.” Tukasnya
Sementara itu, pimpinan lapangan kontraktor PT. RAMA KARYA CIPTA, atas nama Jhon Kasubro, saat dikonfirmasi melalui via pesan singkat WhatsApp terkait pekerjaan nya yang hancur itu, sampai dengan berita ini diterbitkan yang bersangkutan belum ada jawaban. ( Do ).


