
Selanjutnya saat dipinta tanggapan terkait aktifnya budaya gotong- royong saat ini, Ia mengatakan sangat mendukung kegiatan tersebut
” Selaku Control Sosial, Saya sangat mendukung hal itu, tetapi saya minta kepada pemangku kepentingan, jangan korbankan rakyat, kok nimbun jalan Kabupaten ngambil iyuran warga, itu sudah gak benar ” Kecamnya, Selasa ( 13/4/2021 )
Menurut Parman pungutan kewarga untuk menimbun jalan Kabupaten itu tidak masuk akal, dan beliu menduga hal itu dilakukan hanya mencari sensasi agar mendapat perhatian khusus dari Bupati
” Seharusnya tidak perlu melakukan pungutan ke Warga-warga, disana banyak Kontraktor-kontraktor besar, minta kotribusi mereka, kalau bicara tidak enak meminta dengan mereka, kenapa meminta kewarga, atau kalau belum ada dana dari 2 OPD itu kegiatannyaj jangan duluh dilakukan, atau jangan-jangan ada udang dibalik batu, nanti secepatnya kami akan menemui instansi itu meminta alasan knapa itu dilakukan ” Tukasnya
Untuk memastikan keterangan Ketua NCW Seluma tersebut, Media pensiljurnalis.my.id melakukan penelusuran, dan menanyakan kepada seorang warga lubuk kebur terkait dengan Iuran warga itu,
” Benar Pak, lebih kurang seminggu yang lalu pemungutan Iuran dari warga itu pak, tapi surat terkait Iuran Itu bukan dari pihak Kelurahan dan Kecamatan, yang saya tahu itu dari RT yang di cap oleh Rt, cuman itu pak yang saya tahu ” Sampai salah satu warga lubuk kebur kepada wartawan yang tidak ingin disebutkan namanya itu ( D0 )


