“kami sangat kecewa dengan hasil dari pembangunan proyek rabat beton tersebut, selain diduga Mark-Up jalan sepanjang 250 meter itu hanya melintasi tanah milik Kades. Jadi asas manfaat untuk masyarakat tidak ada,” tandasnya.
Ia juga menuturkan, meski warga desa Rena Kurung, awam menghitung spek, tetapi menurutnya kalau warga Desa Rena Kurung, bisa membedakan kegiatan yang dikerjakan memiliki mutu standar baik atau hanya sekadarnya saja.
“kami berharap kepada pihak berwenang agar lebih extra dalam memberikan pengawasan terhadap perencanaan hinga realisasi penggunaan Dana Desa (DD) di desa Rena kurung supaya terhindar dari penyalahgunaan Oknum-Oknum nakal untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok sebagaimana terjadi di Desa kami ini,” pungkasnya
Sampai berita ini diterbitkan awak media ini masih berupaya meminta tanggapan dan klarifikasi dari Pemerintah Desa Rena Kurung terkhususnya kepada kepala desa.
Pewarta         : Antok
Editor             : Do


