Adapun didalam surat Aspirasi teguran perbaikan pada proyek abadi yang mereka kirim itu terdapat 5 poin.
1. Pek. Linning concrete beton pada saluran titik pekerjaan BS 7 tidak menggunakan lantai kerja.
2. Tidak menggunakan penyangga atau decking beton pada pemasangan jaringan besi/tulang.
3. Ketebalan pemasangan beton pelapis saluran pada pekerjaan tersebut bervariasi antara 6-7 cm.
4. Matrial yang terpasang pada pek. jalan inveksi saluran ( pek. pengerasan ) tidak mengikuti mutu setandar yang telah ditentukan
5. Pada pelaksanaan pekerjaan lantai saluran pekerjaan dilaksanakan, kondisi lapangan masih dalam keadaan becek dan berlumpur, tidak menggunakan lantai kerja dan beton penyanggah pada pemasangan tulangan besi.
” Berdasarkan kroscek Saya dilapangan, dengan tidak diterapkannya sesuai dengan spek pekerjaan, tentu itu sudah ada indikasi pengurangan volume pekerjaan, ke 5 point itu jelas berpengaruh pada mutu bangunan, yang mengakibatkan umur konstruksi bangunan tidak tahan lama, jadi itu bukan lagi dianggap ada indikasi, tetapi sudah bisa dipastikan akan merugikan Keuangan Negara.” Tukas Firasuki
Kepada Media Online pensiljurnali.my.id, Beliau juga mengatakan, dalam pekerjaan itu pengawasan pihak balai dianggap tidak ada. seperti ukuran adukan matrial asal-asalan.
” Duluh Saya juga beberapa kali melihat cara mereka bekerja, ketika memasukan matrial ke mesin molen cor, mereka tidak pakai ukuran. Intinya semenjak 2018 hingga sekarang mutu beton nya tidak bagus, dan fungsi mereka selaku PPK patut dipertanyakan.” Tambahnya. ( D0 ).


