pensiljurnalis.my.id, Seluma – Menanggapi insiden meninggalnya bocah akibat tenggelam di Pantai Cemoro Sewu pada hari Kamis ( 5/5 ) lalu. Tenno Heika meminta Pemerintah Daerah Seluma, melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga ( Disparpora ) Kabupaten Seluma untuk Mewarning Desa Wisata yang lalai dalam mengelola wisata. Minggu ( 8/5/2022 ).
Anggota DPRD Kabupaten Seluma itu juga berharap, kejadian yang diduga akibat kelalaian jangan sampai terjadi lagi. Karena hal tersebut dapat mencoreng nama baik kabupaten Seluma.
“Saya minta Pemda melalui Dispora agar Mewarning seluruh desa wisata yang lalai dengan aturan. Hal ini jangan sampai terjadi lagi karena dapat mencoreng nama baik Kabupaten Seluma,” tegas Tenno.
Lanjut Tenno, Dispora harus turun langsung memantau dan membina desa wisata. Beliau juga meminta dengan tegas agar seluruh desa wisata dapat menerapkan sistem keamanan terutama keamanan pengunjung. Jangan sampai desa hanya mengharapkan penghasilan dari pengunjung saja justru abai dengan peraturan dan sistem keamanan.
“Saya juga minta Dispora turun langsung untuk membina desa wisata. Sistem keamanan pengunjung harus diutamakan, dalam konsep desa wisata ada yang namanya Sapta Pesona ini harus diterapkan jangan justru diabaikan,” tambah Tenno.
Ditambahkannya, bahwa kelalaian pengelola di wisata Pantai Cemoro Sewu merupakan pelanggaran yang serius. Sudah jelas bahwa pantai tersebut berada di Kawasan Cagar Alam namun pemerintah desa seolah membiarkan pengelolaan wisata pada saat lebaran tanpa melibatkan penggiat wisata dan pemerintah daerah.
“Ini pelanggaran serius, sudah jelas berada di kawasan cagar alam, tapi seolah melakukan pembiaran tanpa melibatkan penggiat wisata yang sudah profesional dan pemerintah daerah,” tutup Tenno. ( Red/Krew sudutruang.id ).





