pensiljurnalis.my.id, Seluma – Anggota DPRD Seluma dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Zulhendrizal, kini tengah masif mempromosikan serta mengajak masyarakat, khususnya petani setempat, untuk melirik budidaya alpukat sebagai pilar ekonomi baru. Langkah segar dan progresif ini diambil di tengah kecenderungan banyak pihak yang dinilai masih terjebak dalam paradigma lama dan sistem peninggalan pendahulu.
Politisi dari Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia ini menilai, sudah saatnya petani di Kabupaten Seluma keluar dari ketergantungan komoditas tunggal seperti kelapa sawit dan mulai berani mengambil peluang ekonomi alternatif yang jauh lebih menjanjikan.
Menurutnya, ketergantungan yang tinggi pada kelapa sawit sering kali membuat petani rentan terhadap fluktuasi harga global dan biaya perawatan yang kian membengkak. Sebagai solusinya, ia menawarkan gerakan menanam alpukat.
Strategi ini dinilai sangat realistis untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat kelas menengah ke bawah maupun petani mandiri yang memiliki keterbatasan lahan. Zulhendrizal memaparkan bahwa alpukat bukan sekadar buah meja biasa, melainkan komoditas bernilai tinggi dengan pasar yang sangat luas.
Ia menegaskan bahwa alpukat memiliki keunggulan yang luar biasa karena selain bisa dikonsumsi secara langsung sebagai pemenuh nutrisi harian, buah ini juga bernilai tinggi di industri kosmetik dan kesehatan. Permintaan pasarnya sangat besar dan stabil, sehingga menjadi sebuah bisnis yang sangat menjanjikan untuk masa depan petani.
“Sudah saatnya kita keluar dari ketergantungan kelapa sawit yang harganya sering tidak menentu. Alpukat adalah bisnis masa depan yang menjanjikan, tidak hanya untuk konsumsi tapi juga industri kesehatan. Petani yang mau beralih akan kami bimbing, dan saya garansi hasil panennya ada yang menampung. Kita bergerak bersama,” ujar Zulhendrizal dengan mantap.
Lebih lanjut, Zulhendrizal menegaskan komitmen penuhnya untuk mengawal gerakan ini dari hulu hingga ke hilir. Bagi petani yang siap beralih atau menyulap tanahnya menjadi kebun alpukat, dirinya menyatakan siap turun tangan langsung menjadi mentor sekaligus mencari solusi bersama menghadapi kendala di lapangan.
Ia juga mengimbau agar para petani yang sudah mulai menanam alpukat tidak perlu khawatir mengenai masalah pemasaran. Zulhendrizal menjamin siap menampung hasil panen serta bertindak sebagai mitra strategis yang menjamin penyerapan produk dari kebun-kebun alpukat masyarakat.
Beberapa potensi strategis alpukat yang diusung dalam gerakan ini meliputi nilai jual tinggi yang jauh lebih stabil di pasaran dibandingkan komoditas perkebunan tradisional. Selain itu, tingginya kandungan minyak sehat pada alpukat membuatnya dicari oleh industri farmasi dan alat atau produk kesehatan.
Dari segi teknis, tanaman ini juga menawarkan efisiensi lahan yang tinggi karena tidak seperti sawit yang membutuhkan hamparan lahan luas, alpukat bisa produktif di lahan pekarangan atau sebagai tanaman tumpang sari.
Melalui konsistensinya mengajak petani beralih ke tanaman holtikultura ini, Zulhendrizal berharap Kabupaten Seluma, khususnya di wilayah Dapil 2, bisa menjadi salah satu sentra penghasil alpukat unggulan yang mampu menggerakkan roda ekonomi daerah secara mandiri dan berkelanjutan.
Pewarta       : Redaksi/Do
Editor         : Do





